Perjuangan eks Napiter Bangkitkan Jiwa Sosial dan Kemanusiaan

Status mantan napiter atau mantan narapidana terorisme memiliki kesan atau stigma yang menakutkan

Tim end we carr dalam kegiatan kemnusiaan di mamuju / Foto: Ist

Nusantaratv.com - Mendengar istilah terorisme setidaknya tergambar dalam pemikiran kita bahwa hal tersebut merupakan sebuah istilah yang menakutkan dan ancaman kepada seluruh masyarakat di Indonesia.

Aksi terorisme yang selama ini terjadi di Indonesia tak lepas dari peran individu atau berbagai pihak yang turut terlibat.

Mereka yang terlibat dalam aksi terorisme juga telah menjalani hukuman atas perbuatan yang dilakukannya hingga selesai.

Akan tetapi, status mantan napiter atau mantan narapidana terorisme memiliki kesan atau stigma yang menakutkan. Bahkan, sulit untuk dilepaskan dari pemahaman masyarakat awam.

Stigma negatif tersebutlah yang membuat suatu permasalahan dan kendala bagi mantan napiter untuk kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat di sekitarnya.

Baca juga: Mantan Napiter Dapat Bantuan Modal Budidaya Ikan Lele

Seperti beberapa mantan napiter yang ada di sekitar Solo Raya, Heri.S (pernah terlibat dalam aksi bom kedubes Australia) dan Ust. Agus Mahmudi, dimana mereka harus berusaha untuk bertahan dan bangkit dengan berbagai upaya dan jerih payah.

Tidak hanya untuk memperbaiki citra pada dirinya di depan masyarakat, namun juga berusaha untuk berguna tidak hanya bagi keluarga tetapi juga masyarakat ditempat mereka bermukim.

Hebatnya, Heri dan Ust. Agus Mahmudi berusaha bertahan dan berjuang untuk perubahan masa depannya melalui kegiatan sosial kemanusiaan dalam sebuah lembaga yang bernama Yayasan And We Care.

Yayasan ini bergerak dalam bidang kemanusiaan dan berkantor resmi di Jl. Lurik No.10 Ngruki Cemani Grogol Sukoharjo.

Sampai saat ini, keduanya juga selalu pro aktif merencanakan, mensosialisasikan, menjalankan dan melaksanakan program-programnya kepada ummat dan masyarakat di seluruh Indonesia hingga ke negara-negara muslim yang memerlukan bantuan kemanusiaan.

Meskipun hanya beranggotakan inti tujuh orang sebagai person penggerak dengan didukung oleh para anggota dan relawan di setiap wilayah di Solo Raya, Jogjakarta dan Magetan Jatim, organisasi dan kepengurusan Yayasan And We Care selama ini cukup efektif.

Pasalnya, misi kemanusiaan yang telah dilakukan selama ini bisa dirasakan oleh ummat dan masyarakat, terutama di daerah-daerah yang terdampak bencana maupun ummat muslim di negara negara islam seperti Suriah, Palestina maupun minoritas muslim di Myanmar.

Heri pun mengakui dirinya pernah memiliki kesalahan yang besar dan sangat merugikan orang. Karena itu, saat ini ia ingin melakukan hal-hal yang bermanfaat dan positif untuk banyak orang di Indonesia bahkan di seluruh dunia.

"Dulu kami memang pernah mempunyai kesalahan, yang waktu itu berakibat merugikan orang lain, keluarga dan diri juga kami sendiri," kata Heri.

"Untuk itu agar temen-temen eks tidak merasa berkecil hati dan merasa di kucilkan di tengah masyarakat dan agar tidak mengulangi kesalahan yang sama kami juga mengajak mereka untuk ikut bergabung dalam kegiatan yang positif, bermanfaat bagi ummat, lingkungan dan masyarakat," ujarnya.

"Kami mewadahi mereka dalam organisasi kemanusiaan dan keislaman agar mereka lebih terkontrol lebih terarah, dan alhamdulillah semenjak dirintis sampai dengan berdirinya Yayasan And We Care tidak ada permasalahan," sambung Agus Mahmudi.

"Kami selalu open, terbuka dengan siapa saja termasuk dengan pihak aparat, masyarakat maupun dengan organisasi/lembaga lembaga lainya dan kehadiran kami selama ini juga di sambut baik oleh masyarakat," ungkapnya.

Tak lupa, Agus Mahmudi dan Heri yang merupakan eks Napiter mengucapkan terimakasih atas dukungn yang diberikan selamanya ini.

Mereka juga selalu membuka pintu kepada seluruh masyarakat untuk memberikan saran jika ada yang tidak pas dengan program yayasan yang melanggar aturan pemerintah.

"Terimakasih atas partisipasinya dan komunikasi nya selama ini ke keluarganya, ke Yayasan juga ke para pengurus takmir masjid Al Furqoon Dk. Macanan Jemawan Jatinom," kata Agus.

"jika ada perihal terkait program yayasan yang tidak pas, yang menyimpang atau ada unsur akan melanggar aturan dari pemerintah, yang nantinya akan menimbulkan masalah atau melanggar hukum agar di sampaikan, agar apa yang dilakukan oleh yayasan betul-betul rahmatan lil alamin untuk umat dan masyarakat," pungkasnya.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK