Setelah Direvisi, Semakin Banyak Ditemukan, Anggaran Janggal APBD DKI 2020

Polemik anggaran janggal pada APBD DKI 2020 ibarat bola salju, makin kesini makin banyak anggaran janggal dengan nilai fantastis ditemukan. Temuan terbaru tentang pengadaan pasir yang nilainya hingga Rp 52,1 miliar yang ditemukan oleh Ima Mahdiah, Anggota DPRD DKI dari Fraksi PDIP.
Setelah Direvisi, Semakin Banyak Ditemukan, Anggaran Janggal APBD DKI 2020
Ima Mahdiah, Anggota DPRD DKI dari Fraksi PDIP./indonesiainside.id

Nusantaratv.com - Polemik anggaran janggal pada APBD DKI 2020 ibarat bola salju, makin kesini makin banyak anggaran janggal dengan nilai fantastis ditemukan. Temuan terbaru tentang pengadaan pasir yang nilainya hingga Rp 52,1 miliar yang ditemukan oleh Ima Mahdiah, Anggota DPRD DKI dari Fraksi PDIP.

Selain menemukan anggaran pengadaan pasir, Ima Mahdiah juga menemukan anggaran janggal lain, seperti pembelian tiner (pengencer cat), helm proyek, hingga penghapus cair atau Tipp-ex. 

Ima adalah eks staf Gubernur DKI Jakarta terdahulu, Basuki Tjahja Purnama atau Ahok, menyatakan menemukan sejumlah anggaran janggal pada komponen belanja di jajaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

BACA JUGA : Dinilai Tak Transparan, Anies Diminta Ketua DPRD Buka KUA-PPAS

Hal itu ia temukan saat menyisir dokumen Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020 yang terbaru.

“Temuan ini sumbernya di dokumen yang sudah direvisi dan terbaru. Yang total anggarannya Rp 89 triliun,” kata Ima saat ditemui di ruang kerjanya, Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Kamis 7 November 2019.

Ima menjelaskan, anggaran janggal itu salah satunya adalah pengadaan pasir untuk anak sekolah dengan jumlah total Rp 52,1 miliar. Pengadaan pasir itu, kata Ima, masuk dalam kelompok alat peraga yang ditujukan untuk sekolah seperti SMPN, SMK jurusan bisnis manajemen, serta SMK jurusan teknologi. Dalam dokumen tersebut, kata Ima, pengadaan pasir bukan untuk rehabilitasi sekolah.

1 / 3
Selanjutnya