Polisi Buru Pemuda Peremas Payudara Pengendara Motor di Bintaro

Polisi Buru Pemuda Peremas Payudara Pengendara Motor di Bintaro
Ilustrasi pelecehan seksual

Jakarta, Nusantaratv.com -Perempuan pengendara sepeda motor di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan diremas payudaranya oleh dua pemuda, Kamis (8/8/2019). Peristiwa terjadi ketika korban, A, tengah berputar di dekat restoran cepat saji McDonald's Bintaro di Sektor IX, Tangerang Selatan.

Dengan menahan kemudi motor korban, pelaku melecehkan secara seksual dan menyampaikan kata-kata tak senonoh ke A. Korban yang ketakutan dan trauma, hanya bisa menangis menyikapi peristiwa itu. Peristiwa ini sempat viral atau ramai beredar di media sosial. 
  
Menurut kerabat korban, Ricie, peristiwa terjadi kala A mengantar anaknya ke tempat les dengan sepeda motor.

"Jam 4 sore. Jadi ini baru mengantar les anak saya. Karena setiap hari lewat situ, jadi pas mau mutar korban diberhentiin sambil diremas-remas, gitu," ujar Richie. 

Usai melecehkan korban, pelaku langsung tancap gas dengan motornya. 

"Pelaku dua orang dan mereka bergantian. Tapi enggak tahu dia masih sadar atau mabuk. Pas saya ke sana langsung lari, diteriakin orang juga," jelasnya. 

Richie mengungkapkan, sebelumnya A juga pernah mengalami hal serupa di lokasi yang sama pada Rabu (7/8/2019).

"Tapi ini kejadian dari kemarin, tapi enggak berani ngomong anaknya. Pelakunya sama, dari hari kemarin sama sekarang," tuturnya. 

Sementara, Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Muharam Wibisono, mengatakan pelaku diduga berprofesi pak ogah atau juru parkir dan pengarah lalu-lintas liar. 

"Informasinya seperti itu (sehari-hari bekerja sebagai pak ogah), enggak ada pekerjaan lain," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (12/8/2019).

Polisi tengah memburu terduga pelaku. Petugas telah memeriksa pihak keluarga dan teman-temannya. Menurut Wibisono, pelaku melarikan diri usai kejadian viral di media sosial.

"Kami masih memaksimalkan untuk pencarian. Kami kemarin sudah ke beberapa tempat, salah satunya rumahnya," ungkap WIbisono.

Pelaku juga diketahui telah putus sekolah sejak ia duduk di kelas III sekolah dasar. Hal itu diketahui dari keterangan keluarga. (Rizk)