Mendag: Bangga Produk Indomie Berjaya di Turki

Setelah sembilan tahun beroperasi di Turki, produk mi instan Indomie saat ini telah tersebar di 81 provinsi di Turki.
Mendag: Bangga Produk Indomie Berjaya di Turki
Produk Indomie di Turki/ Istimewa

Jakarta, Nusantaratv.com - Mengakhiri lawatannya ke Turki, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengunjungi pabrik mi instan Indomie di zona industri Tekirdag, Turki pada Sabtu (13/7/2019). Kunjungan ini untuk meninjau keberhasilan Indomie yang menguasai pasar mi instan di Turki dengan pangsa pasar 90 persen.

Kedatangan Mendag disambut Chief Financial Officer (CFO) Adkoturk Yusuf Hermawan Achmad dan General Manager (GM) Indofood Turki Adkoturk Wassim Brinjiki.

"Kalau kita sudah tahu besarnya pasar di Turki, maka Pemerintah akan mengajak pelaku usaha Indonesia untuk berinvestasi menanamkan modal dan mendirikan pabrik di Turki, seperti Indofood. Keuntungannya, bahan baku tetap diekspor dari Indonesia. Bahan baku Indomie sedikitnya 45 persen disuplai dari Indonesia dengan nilai sekitar USD 20 juta per tahun. Angka ini diharapkan meningkat menjadi dua kali lipat jika Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA) selesai," ujar Mendag.

Setelah sembilan tahun beroperasi di Turki, produk mi instan Indomie saat ini telah tersebar di 81 provinsi di Turki. Produk mi instan Indomie dapat diperoleh di semua pasar ritel besar dan kecil diseluruh Turki, serta dijual secara daring. Saat ini, konsumen di Turki dapat membeli Indomie satu kardus atau bahkan satu truk secara daring.

Keberadaan produk mi instan Indomie di Turki merupakan cerita keberhasilan yang patut diapresiasi dan ditiru oleh industri lainnya di Indonesia. Banyak tantangan yang dihadapi saat pertama memasuki pasar Turki. Perbedaan budaya menjadi tantangan tersendiri karena masyarakat Turki saat itu tidak mengenal dan tidak pernah memakan mi instan.

"Tantangan terberat yang kami hadapi adalah memperkenalkan mi instan yang belum pernah dikenal sebelumnya oleh masyarakat Turki. Sangat sulit meyakinkan konsumen Turki untuk
mencoba menu baru yang berbeda dari budaya mereka. Memerlukan upaya cukup keras untuk memasukkan Indomie menjadi menu konsumsi mereka," kata Yusuf.

Menurut Yusuf, hambatan lainnya yang dihadapi Indomie dan produk makanan asing di Turki adalah kuatnya rasa nasionalis penduduk Turki, yang lebih cinta dengan produk dalam negerinya dibandingkan dengan produk impor. Sekitar 80 persen restoran di Turki adalah restoran lokal yang menjual makanan asli Turki. Alasan inilah yang kemudian memutuskan Indomie untuk berinvestasi dan mendirikan pabriknya di Turki.

Indomie mengawali perjalanannya di Turki sejak awal 2010 dengan mendirikan perusahaan Adkoturk Gida Sanayi, kerja sama antara Indonesia dan Turki. Awalnya Adkoturk menjadi
distributor produk Indofood di kota kecil Adana yang mengimpor dan menjual produk Indomie. Tidak hanya sebagai distributor, Adkoturk aktif melakukan riset pasar dengan mencari tahu selera yang digemari konsumen dan bagaimana pemasarannya. Dari hasil riset, diketahui bahwa penjualan melalui jaringan ritel lebih dominan dari pada melalui pasar tradisional. Sehingga pada pertengahan tahun 2011 Adkoturk membuka kantor cabang di Istanbul agar lebih dekat dengan kantor pusat jaringan ritel di Turki.

Wassim menambahkan, promosi dan pemasaran kemudian gencar dilakukan untuk membangun kesadaran konsumen, hingga akhirnya kantor pusat dipindahkan ke Istanbul. Strategi pemasaran yang dilakukan Indomie di Turki yaitu dengan langsung fokus kepada konsumen. Promosi dilakukan dengan berbagai cara, baik melalui iklan, pembelajaran, kerja sama dengan para koki selebritas, penerbangan internasional, melibatkan para milenial/gamer, dan mengundang muridmurid sekolah mengunjungi pabrik Indomie. Selain itu, dilakukan promosi melalui media sosial yang dinilai paling efektif saat ini untuk menarik minat konsumen, khususnya kalangan milenial.

"Kerja keras dan strategi pemasaran yang tepat telah meningkatkan omzet penjualan Indomie di Turki. Penjualan Indomie tahun 2019 naik sepuluh kali lipat dibandingkan lima tahun sebelumnya. Indomie sekarang dapat ditemukan di 340 jejaring toko ritel yang ada di seluruh Turki," ungkap Wassim.