Indonesia dan Mozambik Telah Sepakat, Tinggal Menunggu Penandatanganan Kedua Mendag

Mozambik dinilai menjadi pasar potensial karena memiliki pelabuhan laut dan zona perdagangan bebas.
Indonesia dan Mozambik Telah Sepakat, Tinggal Menunggu Penandatanganan Kedua Mendag
Ilustrasi pelabuhan/ Istimewa

Bali, Nusantaratv.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menegaskan, proses perundingan Preferential Trade Agreement (PTA) antara Indonesia dan Mozambik telah selesai dan disepakati kedua belah pihak, serta siap untuk ditandatangani kedua Menteri Perdagangan dalam waktu dekat.

Hal tersebut disampaikan Mendag di sela-sela penyelenggaraan Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) di Nusa Dua, Bali yang berlangsung pada 20-21 Agusuts 2019. Saat ini, tim teknis kedua negara sedang berkoordinasi menentukan waktu penandatanganan.

"Selesainya perundingan IM-PTA ini merupakan sejarah baru bagi Indonesia karena merupakan perundingan pertama yang diselesaikan dengan kawasan Afrika. Negosiasi IM-PTA ini juga relatif cepat karena baru diluncurkan April 2018 dan kini telah selesai," ujar Mendag.

"Bagi Indonesia, perundingan IMPTA adalah tindak lanjut kebijakan dan instruksi Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan akses ke pasar nontradisional guna mendorong ekspor," kata Mendag.

Mendag juga menyampaikan bahwa Mozambik merupakan pasar potensial karena memiliki pelabuhan laut dan zona perdagangan bebas sehingga diharapkan dapat menjadi hub masuknya produk Indonesia ke kawasan Afrika bagian Selatan.

"Dengan telah diselesaikannya perundingan PTA dengan Mozambik, diharapkan dapat memberikan sinyal kuat kepada pengusaha bahwa pemerintah kedua negara berkomitmen meningkatkan hubungan perdagangan," jelas Mendag.