Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terjaga

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2019 tetap terjaga di tengah pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat.
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terjaga
Ilustrasi perekonomian Indonesia/ Freepik.com

Jakarta, Nusantaratv.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2019 tetap terjaga di tengah pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat. Perekonomian tumbuh sebesar 5,05%, relatif sama dibandingkan dengan capaian triwulan sebelumnya sebesar 5,07%. 

Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh permintaan domestik yang meningkat di tengah kinerja sektor eksternal yang menurun. Permintaan domestik naik dipengaruhi konsumsi yang lebih tinggi dan investasi yang stabil, meskipun perubahan inventori menurun. 

Sementara itu, penurunan kinerja sektor eksternal dipengaruhi ekspor yang menurun akibat pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat dan ketegangan hubungan dagang yang berlanjut.

Permintaan domestik yang tetap kuat banyak menopang pertumbuhan ekonomi triwulan II-2019. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga meningkat dari 5,02% pada triwulan I 2019 menjadi 5,17%, didukung inflasi yang terkendali dan tingkat keyakinan konsumen yang tetap terjaga. 

Sementara itu, konsumsi Pemerintah juga meningkat menjadi 8,23% dan konsumsi Lembaga Non-profit Rumah Tangga (LNPRT) tetap tinggi sebesar 15,27%, antara lain didorong dampak positif penyelenggaraan Pemilu 2019. Adapun investasi tumbuh stabil sebesar 5,01%, dari pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 5,03%. 

Sedangkan sektor eksternal ditandai kinerja ekspor dan impor yang kembali mencatat kontraksi yakni masing-masing 1,81% dan 6,73%. Berdasarkan sektoral, pertumbuhan ekonomi yang terjaga ditopang kenaikan sektor primer terutama LU Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan, serta sektor tersier yakni LU Jasa Lainnya, LU Transportasi dan Pergudangan, serta LU Informasi dan Komunikasi.

Bank Indonesia memandang kinerja perekonomian Indonesia triwulan II 2019 tetap positif, di tengah perlambatan ekonomi dunia. Kedepan, upaya untuk mendorong permintaan domestik, termasuk investasi, perlu ditingkatkan untuk memitigasi dampak negatif perlambatan ekonomi dunia. 

Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk mempertahankan stabilitas ekonomi, mendorong permintaan domestik, serta meningkatkan ekspor, pariwisata, dan aliran masuk modal asing, termasuk Penanaman Modal Asing (PMA).