Otak Pria Ini Terkena Infeksi Sifilis. Kok Bisa?

Sebuah penyakit langka terjadi pada seorang pria di India. Otak pria ini terkena infeksi Sifilis yang biasanya menyerang alat kelamin.
Otak Pria Ini Terkena Infeksi Sifilis. Kok Bisa?

Jakarta, Nusantaratv.com - Seperti yang selama ini diketahui orang, penyakit Sifilis memang identik menyerang bagian alat kelamin. Namun serangan infeksi itu baru-baru ini menyerang otak seorang pria di India. 

Tanpa disebutkan identitas dari pria yang terkena otaknya oleh infeksi Sifilis itu,  British Medical Journal Case Reports (BMJ) melaporkan bahwa infeksi sifilis di otak disebut juga dengan nama neurosifilis.

Penyakit langka ini menurut para dokter disebabkan karena pria ini tidak bisa berjalan dan berbicara dengan normal selama sekitar tiga bulan. Hal itu ditandai ketika si pria sempat kehilangan koordinasi tubuhnya selama tiga bulan sebelum dia menjalani pengobatan.

"Mengembangkan getaran dan gerakan mata yang tidak terkendali," mengutip Liputan6.com sebagaimana dilansir dari New York Post pada Rabu (4/9/2019).

BACA JUGA: Viral! Kisah Beratnya Perjuangan Pria Hong Kong Nikahi Wanita Ghana

Para dokter juga mengatakan bahwa pria ini menyangkal telah melakukan hubungan seks tanpa kondom atau pernah terkena sifilis sebelumnya. Tidak ada juga catatan dirinya pernah terkena infeksi di organ intimnya.

Pemeriksaan mengungkapkan bahwa otak pria itu mengalami kerusakan yang parah karena kondisi langka tersebut. Tes MRI menemukan bahwa pria ini positif terkena Treponema pallidum, bakteri penyebab sifilis yang awalnya muncul sebagai luka kecil tanpa rasa sakit.

Pria 50 tahun ini akhirnya diberikan antibiotik selama dua minggu, serta fisioterapi selama tiga bulan sampai benar-benar bisa berjalan lagi.

Dr. Deepti Vibha yang memimpin laporan itu mengatakan bahwa meskipun neurosifilis membuat penderitanya menjadi lemah namun itu bisa disembuhkan.

"Situasi yang mudah diidentifikasi dan dapat diobati," kata Vibha dalam catatan tersebut.

Healthline mencatat bahwa ada lima bentuk neurosifilis: asimptomatik, meningeal, meningovaskular, general paresis, dan tabes dorsalis. Meskipun begitu, dokter dalam kasus ini mengatakan bahwa pria ini tidak masuk kategori manapun dan tidak menunjukkan gejala seperti mual, muntah, atau leher kaku.