Siswi SMA Asal NTT Sehari Jadi Menteri, Gantikan Rudiantara

Riska mengatakan dirinya mengikuti program 'Sehari Jadi Menteri', yang diperuntukan khusus untuk anak perempuan Indonesia.
Siswi SMA Asal NTT Sehari Jadi Menteri, Gantikan Rudiantara
Riska gantikan Rudiantara dalam program 'Sehari Jadi Menteri'. (Dok. Humas Kominfo)

Jakarta, Nusantaratv.com - Maria Paskalia Wulandike Making, siswi SMA asal Nusa Tenggara Timur (NTT), didaulat menjadi menteri selama satu hari. Dia menggantikan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara. 

"Senang dan bangga bisa ketemu Bapak Rudiantara (Menkominfo), sosok yang sangat sederhana, tapi punya banyak motivasi buat saya," ujar siswi yang akrab disapa Riska itu saat mendampingi Rudiantara menghadiri Wisudawan Universitas Esa Unggul di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (9/10/2019). 

Dikatakan Riska, dirinya mengikuti program 'Sehari Jadi Menteri', yang diperuntukan khusus untuk anak perempuan Indonesia. Mereka ini diberi kesempatan berperan menjadi pimpinan.

"Jadi, saya ikut seleksi dari 500 anak di Indonesia, dan 12 yang terpilih termasuk saya jadi Menteri Komunikasi dan Informatika RI," lanjutnya. 

Baca Juga: Kemkominfo Dorong Pemanfaatan Kecerdasan Buatan untuk Layanan Pemerintah

Ketika didapuk menggantikan Rudiantara, Riska banyak berbicara soal program akses internet ke pelosok desa. Siswa kelas X dari Kabupaten Lembata, NTT ini berharap program ini bisa sukses dan membawa manfaat besar. 

"Mau menyebarkan jaringan internet ke daerah pelosok-pelosok, terutama di daerah saya. Jadi saya senang sekali dan bangga bisa jadi Menteri sehari," cetusnya.

Dalam kesempatan itu, Rudiantara memperkenalkan Riska kepada jajaran akademika Universitas Esa Unggul, para wisudawani dan seluruh undangan yang hadir. 

"Adik Riska ini kelas X, usianya baru 15 tahun. Indonesia Esa Unggul harus cepat-cepat melamar Riska untuk masuk kesini, untuk menjadikan bibit unggul dan unggulan Indonesia Esa Unggul di masa yang akan datang," imbuh Rudiantara. 

Lebih lanjut, menteri asal Bogor, Jawa Barat (Jabar) itu berharap Riska mendapatkan beasiswa kuliah di Universitas Esa Unggul agar menjadi bibit unggul di masa yang akan datang.

Sebab, jelas Rudiantara, Riska memiliki potensi yang besar, baik dari sisi akademik maupun non akademik. "Cari bibit terbaik dari seluruh Indonesia, kalau perlu bebaskan biayanya untuk ikut pendidikan. Termasuk Riska ini. Itu cara baru kita mendidik anak Indonesia," harapnya. 

Sementara itu, menanggapi hal tersebut, pihak Yayasan dari Universitas Esa Unggul memberikan beasiswa kuliah hingga S2 kepada Riska.