Kaesang Wisuda dan Dapat Penghargaan dari Presiden Singapore 500 Dolar

Kaesang Pangarep, putra bungsu dari Presiden Joko Widodo, menerima Penghargaan Kewirausahaan Alumni SUS-EMP dari Presiden Halimah Yacob pada Upacara Wisuda SUSS
Kaesang Wisuda dan Dapat Penghargaan dari Presiden Singapore 500 Dolar
Presiden Singapura Halimah Yacob memberi penghargaan pada Kaesang Pangarep. (Foto/Strait Times)

Jakarta, Nusantaratv.com - Kaesang Pangarep, putra bungsu dari Presiden Joko Widodo, menerima Penghargaan Kewirausahaan Alumni SUS-EMP dari Presiden Halimah Yacob pada Upacara Wisuda SUSS. Setiap siswa yang mendapat penghargaan 500 dolar Singapura (sekira Rp51 juta).

Kaesang telah mendirikan enam bisnis, yang terbaru adalah Ternakopi, merek pengiriman kopi yang telah mendapatkan uang dari investor dan pemodal ventura.

Start-up pertamanya didirikan sebelum ia memasuki SUS, adalah Sang Javas, yang menjual T-shirt. Media Singapura The Strait Times menyebut usaha itu gagal, tetapi itu tidak menghalangi Kaesang.

Selama empat tahun di SUSS, Kaesang juga mendirikan Sang Pisang, waralaba pisang goreng, perusahaan papan permainan Hompimpagames, aplikasi makanan Madhang.id dan situs restoran Kaetering.

Bisnis kopi dan pisang gorengnya berbasis di Kuala Lumpur, dan ia memiliki rencana untuk memperluas ke Singapura, katanya.

Kaesang mengatakan kepada media setelah upacara kelulusan bahwa ia memandang ayah dan juga kakak lelaki, Gibran Rakabuming sebagai mentor.

"Ayah saya adalah seorang pengusaha sebelum ia masuk ke dunia politik. Kakak saya juga seorang pengusaha. Itulah sebabnya saya sangat tertarik untuk memasuki area bisnis," kata Gibran mengutip Strait Times, Rabu (9/10/2019).

Kaesang mengatakan bahwa melakukan kuliah selama empat tahun di SUSS sambil mengelola usaha bisnisnya telah "cukup menantang", tetapi jam fleksibel universitas telah membantu.

"Ada kursus tentang strategi (bisnis), di situlah saya belajar bagaimana menyusun strategi bagaimana memulai bisnis saya. Dalam empat tahun, saya memulai lima bisnis ... modul-modul itu membantu," tuturnya.

Pengusaha muda ini juga seorang bintang media sosial yang menjalankan saluran YouTube dan akun Instagram dengan 1,6 juta pengikut yang ia gunakan untuk mempublikasikan usaha bisnisnya.

Kaesang, yang lulus dari Anglo-Chinese School (International) sebelum memasuki SUSS, mencatat bahwa ia hanya mengambil bahasa Inggris setelah pindah ke Singapura.

Ketika ditanya apa yang dapat dipelajari siswa Indonesia dari sekolah-sekolah Singapura, ia berkata: "Hidup di Singapura soal disiplin. Ini telah membentuk cara saya," ujarnya.