Pemprov DKI Jakarta Berencana Lakukan Lockdown Akhir Pekan, Efektifkah?

Masa inkubasi covid-19 adalah 3-7 hari atau terpanjang 10 hari. Jadi kalaupun mau melakukan lockdow itu harusnya 14 hari.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mempertimbangkan pemberlakuan lockdown pada akhir pekan guna membendung penyebaran virus corona yang semakin hari semakin meningkat. Pemberlakuan ini menyusul kebijakan PSBB yang dinilai tak mampu menekan laju angka penularan virus covid-19.

Apakah kebijakan lockdown akhir pekan ini akan efektif 

Topik ini menjadi pembahasan Host Muhammad Irsal bersama narasumber Epidemiolog Universitas Indonesia DR dr Tri Yunis Miko Wahyono MSc dalam Dialog Nusantara Siang yang disiarkan NusantaraTV, Kamis (4/2/2021).

PSBB kemudian PSBB Transisi, Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat  (PPKM) sudah dua periode kita laksanakan dan akan datang Lockdown Akhir Pekan. Tentu ini kebijakan yang baik untuk menekan laju penularan covid-19 Bagaimana dengan tiga kebijakan terdahulu apakah kebijakan tersebut cukup efektif?

Pada kondisi wabah sebenarnya kebijakan yang terbaik adalah social distancing  sedang atau berat kemudian lockdown. Jadi tidak ada pilihan. Jadi kalau PSBB yaitu PSBB I dan II. PSBB berikutnya adalah PSBB akomodasi dengan bisnis. PSBB Transisi menurut saya bukan PSBB sedang atau berat. Jadi itu PSBB sedang tapi ke arah ringan. Ke arah ringannya tergantung pelonggaran sosial yang dilakukan. Pada waktu PSBB Transisi menurut saya sudah tidak tepat karena tidak dilakukan social distancing atau PSBB sedang. 

Sekarangpun dilakukan PPKM adalah social distancing sedang ke arah ringan. Jadi tidak pas. Karena pada kondisi wabah harus PSBB sedang atau berat.

Dalam artian PSBB dari awal selalu trennya menurun ketika PSBB diganti dengan PSBB Transisi terus kemudian sekarang PPKM, lalu PPKM dilonggarkan dari yang diberlakukan pembatasan jam 19.00 WIB pada akhir hari sekarang pada pukul 20.00 WIB. Ini yang menyebabkan jumlah yang terpapar meningkat setiap harinya?

Ya, betul. Karena kadar PSBB kita menurun padahal kita masih wabah kesalahan lagi new normal sudah dimulai. Artinya pelonggaran sosial dilakukan dan betambahlah kasus covid-19 di negara kita. Mulai dari ratusan, 2000-an, 3000-an sekarang 10.000-an ke atas. 

PPKM juga disebut oleh Presiden Jokowi tidak efektif. Apa yang menyebabkan PPKM tidak efektif?

PPKM yang tidak efektif itu dalam implementasinya. Kalau implementasinya work from home (WFH) 75 persen kita lihat di jalan-jalan pada jam kerja minta ampun macetnya. Di tol maupun di jalan reguler itu menunjukan WFH tidak 75 persen. Itu WFH 25 persen bukan 75 persen. 

Peluang penularan saat PSBB yang menyebabkan kasus di Indonesia sampai lebih dari 1 juta. Di mana penyumbang penularan terbesar di Indonesia?

Itu sangat berbeda-beda. Kita melihat dari hasil kontak tracing ditemukan klaster terbesar di Jakarta adalah rumah tangga. Kemudian kalau di Bekasi dan Karawang klaster terbesar adalah perusahaan. Maka kemudian ada kebijakan umum seperti Jawa-Bali, lalu ada kebijakan lokal sesuai temuan dari hasil kontak tracing.

Cara menanggulanginya adalah dengan memutus rantai penularan. Kalau di Jakarta seperti di rumah klaster penularannya harusnya diupayakan tidak ada isolasi mandiri pada yang rumahnya tidak layak. Itu sebabnya di Jakarta banyak yang terpapar sekeluarga. 

Realitasnya di lapangan ketika seorang dokter menyarankan pasien yang tidak mendapatkan ruang perawatan karena ruang perawatan di rumah sakit penuh. Ada semacam surat pernyataan yang menyatakan bahwa pasien menerima isolasi mandiri dengan beberapa syarat. Apakah memang keadaannya sedemikian rupa ketika dokter sudah mengeluarkan surat pernyataan bahwa pasien diminta untuk isolasi mandiri?

Rumah sakit sekarang kapasitasnya sudah penuh. 80 persen sudah terisi. Jadim kalau kapasitas rumah sakit sudah terisi sebenarnya masih ada peluang-peluang yang mana pemerintah dapat melakukan isolasi pada orang-orang yang penyakit ringan kemudian orang tanpa gejala (OTG). Tetap diisolasi kalau rumahnya tidak layak untuk isolasi. Masalahnya sekarang masyarakat takut kalau dirawat atau diisolasi di rumah sakit atau di penampungan seperti di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet. Karena dia akan terpisah dari keluarganya. 

Tingginya klaster rumah tangga di Jakarta menunjukan dua hal yaitu pertama keluarganya tidak tahu dan kedua rumahnya tidak layak. 

Kita kembali ke wacana lockdown, dua hari yang disebut oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Masa inkubasi covid-19 7-14 hari. Secara awam dua hari ini belum cukup untuk melakukan pembatasan penyebaran virus corona kalau hanya dua hari. Menurut anda?

Masa inkubasi covid-19 adalah 3-7 hari atau terpanjang 10 hari. Jadi kalaupun mau melakukan lockdow itu harusnya 14 hari. Atau lebih dari 10 hari. Lockdown itu hati-hati penerapannya karena lockdown itu sama dengan karantina wilayah..

Nusantara Siang hadir untuk kebutuhan anda mengenai berita-berita terupdate setiap harinya. Saksikan Nusantara Petang setiap hari Senin - Jumat jam 11.00 WIB hanya di Nusantara TV  

Login dengan
LIVE TV & NETWORK