Nusantaratv.com - Aston Martin, produsen mobil mewah asal Inggris, mengumumkan mereka akan mengurangi sekitar 5 persen dari tenaga kerja globalnya.
Hal itu setara dengan 170 karyawan. Kebijakan ini sebagai bagian dari upaya memangkas biaya dan meningkatkan investasi di masa depan.
Dilansir dari Reuters, Kamis (27/2/2025), perusahaan menjelaskan langkah ini merupakan bagian dari penyesuaian organisasi yang dilakukan untuk memastikan bisnis memiliki sumber daya yang cukup guna mendukung rencana jangka panjang mereka.
Aston Martin memiliki lebih dari tiga ribu pegawai. "Kami sedang dalam proses melakukan penyesuaian organisasi," kata perusahaan otomotif itu dalam pernyataannya.
"Kami ingin memastikan bisnis kami memiliki sumber daya yang cukup untuk rencana masa depannya," lanjutnya.
Aston Martin memperkirakan pemutusan hubungan kerja (PHK) ini akan menghemat sekitar 25 juta poundsterling atau setara Rp518 miliar.