WHO Umumkan Nama Baru Varian Virus Cacar Monyet

Nusantaratv.com - 13/08/2022 15:50

Ilustrasi. Tabung reaksi berlabel 'positif cacar monyet'. (Reuters)
Ilustrasi. Tabung reaksi berlabel 'positif cacar monyet'. (Reuters)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Sekelompok pakar global dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan nama baru untuk varian virus cacar monyet (monkeypox), yang saat ini tengah beredar di seluruh dunia. 

"Nama-nama baru diberikan untuk menghindari pelanggaran terhadap kelompok budaya, sosial, nasional, regional, profesional, atau etnis dan meminimalkan dampak negatif pada perdagangan, perjalanan, pariwisata, atau kesejahteraan hewan," kata WHO dalam pernyataannya, seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu (13/8/2022). 

WHO menggunakan angka Romawi untuk menamai varian atau clade sehingga sesuai dengan praktik terbaik saat ini. Virus cacar monyet pertama kali ditemukan pada 1958 dan varian utamanya diidentifikasi oleh daerah di mana mereka beredar. 

Pakar global menyebut varian atau clade yang berasal dari Congo Basin (Afrika Tengah) sekarang akan disebut sebagai Clade satu (I), sedangkan clade Afrika Barat akan disebut Clade dua (II). Selain itu, kelompok ahli sepakat, Clade II terdiri dari dua subclade, yakni Clade IIa dan Clade IIb, di mana Clade IIb adalah kelompok varian utama yang beredar selama wabah 2022.

WHO mengatakan nama baru untuk clade harus segera digunakan. Pada akhir Juli lalu, WHO resmi menyatakan cacar monyet sebagai public health emergency of international concern (PHEIC) atau darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

"Untuk semua alasan ini, saya telah memutuskan bahwa wabah cacar monyet merupakan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian global," ungkap Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Gebreyesus dalam konferensi pers, Sabtu (23/7/2022).

Berdasarkan laporan WHO terkait wabah cacar monyet yang diterbitkan pada Rabu (10/8/2022), kini ada 27.814 kasus yang dikonfirmasi laboratorium, dan 11 kematian akibat penyakit tersebut di 89 negara dan wilayah di seluruh dunia, di mana Eropa dan Amerika Serikat (AS) yang paling terkena dampak terbesar dari wabah ini.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in