Pengoplos Elpiji Subsidi di Lebak Ditangkap

Nusantaratv.com - 10/09/2022 07:17

Polisi tangkap para pengoplos elpiji subsidi di Lebak/net
Polisi tangkap para pengoplos elpiji subsidi di Lebak/net

Penulis: Wiwi Susanti | Editor: Alamsyah

Nusantaratv.com - Polres Lebak, Banten telah menangkap tiga laki-laki berinisial DA (19), NK (21), dan AP (33). Mereka ditangkap di Kecamatan Curug Bitung, Lebak, Banten, saat kedapatan sedang mengoplos isi tabung gas elpiji nonsubsidi dari tabung gas subsidi. Total ada 307 tabung gas ukuran 3 kg hingga 50 kg yang diamankan.

Kapolres Lebak AKBP Wiwin Setiawan mengatakan penangkapan ini terjadi pada 7 September 2022 sekitar pukul 02.00 WIB. Pada saat ditangkap, pelaku tengah memindahkan isi gas subsidi ke tabung gas nonsubsidi.

"Awalnya DA mencari dan menyediakan tabung elpiji nonsubsidi ukuran 5,5 kg, 12 kg, dan 50 kg. Setelah itu DA memesan gas elpiji subsidi 3 kg kepada AP," kata Wiwin, mengutip Detik.com.

Setelah semua barang tersedia, DA kemudian menyuntikkan tabung gas subsidi dan nonsubsidi menggunakan selang agar isinya berpindah. Pengoplosan ini turut dibantu oleh dua karyawan DA, yaitu NK dan NS (DPO).

Setiap kali produksi, para tersangka bisa menghasilkan 20-30 tabung gas ukuran 12 kg dan 6-10 tabung gas ukuran 50 kg.

"Kegiatan (pengoplosan) dilakukan saat dini hari atau sekitar pukul 00.00 WIB-03.00 WIB. Yah, biar nggak diketahui orang lain," tuturnya.

Dari keterangan tersangka kepada polisi, tabung gas oplosan ini dijual kepada JN (DPO), warga Balaraja ,melalui NS (DPO). Polisi masih mencari keduanya.

Tersangka menjual tabung gas ukuran 5,5 kg dengan harga Rp 65 ribu per tabung dan mendapat keuntungan Rp 25 ribu per tabung. Gas ukuran 12 kg dijual Rp 120-130 ribu per tabung dengan keuntungan Rp 30-40 ribu per tabung. Sementara gas ukuran 50 kg dijual Rp 450 ribu per tabung dan mendapat keuntungan Rp 100-150 ribu per tabung.

"Selama melakukan kegiatan tersebut, tersangka mendapat keuntungan kurang lebih Rp 10 juta," jelasnya.

Dari ketiga tersangka, polisi menyita barang bukti di antaranya 203 tabung elpiji subsidi ukuran 3 kg, 2 tabung elpiji nonsubsidi ukuran 5,5 kg, 90 tabung elpiji nonsubsidi ukuran 12 kg, dan 12 tabung elpiji nonsubsidi ukuran 50 kg. Selain itu, ada 48 buah selang regulator, 1 unit timbangan digital, dan 2 unit mobil pikap.

Para tersangka disangkakan Pasal 55 UU RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja sebagaimana perubahan atas UU RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dengan hukuman penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 6 miliar.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in