Pemkot Batam Siapkan Strategi Menuju Kota Nol Stunting pada 2025

Nusantaratv.com - 30 Januari 2024

Sekretaris Daerah Kota Batam Jefridin Hamid (tengah) saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Pelaksanaan Rembuk Stunting Tingkat Kelurahan dan Kecamatan se-Kota Batam. (ANTARA/HO-Pemkot Batam)
Sekretaris Daerah Kota Batam Jefridin Hamid (tengah) saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Pelaksanaan Rembuk Stunting Tingkat Kelurahan dan Kecamatan se-Kota Batam. (ANTARA/HO-Pemkot Batam)

Penulis: Alber Laia

Nusantaratv.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Batam, Kepulauan Riau, mempersiapkan strategi menuju kota dengan nol kasus stunting pada tahun 2025.

Sekretaris Daerah Kota Batam Jefridin Hamid di Batam, Selasa, mengatakan bahwa berdasarkan hasil Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGMB) 2023, angka stunting di Kota Batam mengalami penurunan menjadi 1.022 balita dibanding tahun 2022 sebanyak 1.441 balita.

“Alhamdulillah, hal itu berkat kolaborasi dan koordinasi semua pihak dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat,” kata Jefridin.

Ia menyebutkan Pemkot Batam melibatkan pihak swasta dalam upaya menurunkan angka stunting di daerah itu dengan program bapak asuh anak stunting (BAAS) melalui kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR).

Menurut dia, pada tahun 2023 terdapat 24 kelurahan yang ditetapkan sebagai lokus penurunan stunting. Sebanyak 16 kelurahan di antaranya berhasil menurunkan stunting dan 8 lainnya berhasil meraih nol stunting.

“Oleh karena itu, harus ditetapkan data sasaran dan program yang akan dilakukan, tolong menjadi perhatian seluruh pihak. Program kegiatan disusun bersama lurah, camat, dan kepala puskesmas, kemudian diusulkan pada dokumen perencanaan,” ujar dia.

Jefridin mengatakan, berdasarkan strategi nasional percepatan penurunan stunting, pilar 1 yakni peningkatan komitmen dan visi kepemimpinan daerah perlu melakukan rembuk stunting mulai dari tingkat kelurahan sampai kota.

“Ini perlu jadi perhatian bagi lurah dengan kepala puskesmas serta semua yang terlibat, Dinas Kesehatan, Bapelitbangda,” ujar dia.

Menurut dia, dengan mengetahui kondisi dan perkembangan stunting di setiap kelurahan, maka pemerintah daerah akan lebih mudah dalam menyusun strategi dan rencana mengatasi stunting, yang kemudian dapat dianggarkan pada tahun anggaran 2025.

"Tujuannya untuk membahas perencanaan dan kemajuan intervensi penurunan stunting. Harus ada program dan cara mengatasinya sehingga ibu hamil benar mengikuti arahan," kata Jefridin.(Ant)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close