NTV Trend: Tegas! Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala SMAN 1 Cianjur Gara-Gara Study Tour ke Bali

Nusantaratv.com - 28 Februari 2025

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali mengambil keputusan tegas terhadap kepala sekolah yang tetap memberangkatkan para siswanya melakukan study tour. Kali ini, sanksi tegas berupa pencopotan dijatuhkan kepada Kepala Sekolah SMAN 1 Cianjur. Sang Kepsek dicopot karena memberangkatkan siswanya Study Tour ke Bali. Selain itu, Pemprov Jabar juga akan memeriksa pengelolaan keuangan di SMAN 1 Cianjur. 

"Kami sampaikan bahwa dua hari yang lalu kami menurunkan tim inspektorat ke SMA Negeri 1 Cianjur. Dan tadi malam sudah diputuskan dan disimpulkan bahwa hasil pemeriksaan Kepala SMA Negeri 1 Cianjur dinonaktifkan sementara. Karena kami harus melakukan pendalaman terhadap berbagai kegiatan pengelolaan keuangan di SMA Negeri 1 Cianjur," kata Dedi Mulyadi dalam tayangan di Youtube channel KDM.

Dedi memastikan pemeriksaan keuangan juga akan dilakukan ke seluruh SMA dan SMK di seluruh provinsi Jawa Barat. 

"Sehingga kami bisa mendapatkan rekomendasi yang objektif untuk kepentingan dunia pendidikan. Apabila kepala sekolahnya ditemukan kesalahan berat maka dan tidak bisa lagi ditolelir maka kami akan memutuskan diberhentikan permanen. Dan selanjutnya akan ditugaskan menjadi guru biasa di seluruh sekolah di provinsi Jawa Barat," ujarnya, seperti diberitakan Nusantara TV dalam prgram NTV Trend. 

Dedi menegaskan Pemprov Jabar sungguh-sungguh ingin membenahi pendidikan di Jawa Barat dan meringankan pembiayaan yang dikeluarkan oleh orang tua. Hal itu dilakukan karena Pemprov Jabar telah mengeluarkan uang puluhan triliun.  

"Tetapi kalau di sekolahnya masih ada pembebanan dengan biaya yang tinggi itu artinya bahwa subsidi yang diberikan puluhan triliun itu tidak ada maknanya," tandasnya.

Ia juga mengimbau kepada para orang tua untuk tidak memanjakan anak-anaknya dengan berbagai fasilitas motor, baju yang bagus-bagus yang mahal-mahal kemudian juga uang jajan yang tinggi.

"Karena apa artinya negara memberikan subsidi pendidikan kalau orang tuanya setiap pagi mengeluarkan uang yang cukup besar untuk biaya jajan anaknya," ucapnya.

Dedi pun mengajak para siswa untuk menabung agar memiliki investasi. Sehingga kelak anak-anak dapat membantu meringankan beban orang tua saat orang tua tidak punya uang atau ada musibah. 

Ia menyatakan tak akan melarang kegiatan-kegiatan di sekolah seperti kegiatan kenaikan kelas, kelulusan perpisahan dengan berbagai istilah kekinian foto bersama sesama angkatan, foto bersama sesama angkatan dalam satu kelas. Namun Dedi berharap seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan di sekolah secara gotong-royong.  

"Siswa membuat dekorasi di ruangan. Siswa membuat panggung secara bersama dan bergotong-royong. Siswa menyediakan fasilitas seni secara gotong royong, fasilitas sastra secara gotong-royong membuat hiburan di sekolah secara gotong royong yang berasal dari seluruh kreativitas siswa. Bukan mendatangkan dari luar. Kenapa? Karena bersekolah itu harus membangun kreativitas," pungkasnya. 


 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close