Menteri Dalam Negeri Jepang Mengundurkan Diri, Pukulan Keras Bagi PM Fumio Kishida

Nusantaratv.com - 21/11/2022 07:47

Menteri Dalam Negeri Jepang Minoru Terada mengundurkan diri terkait skandal anggaran. (Issei Kato/Reuters)
Menteri Dalam Negeri Jepang Minoru Terada mengundurkan diri terkait skandal anggaran. (Issei Kato/Reuters)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Menteri Dalam Negeri Jepang Minoru Terada mengundurkan diri terkait skandal anggaran.

Terada menjadi anggota kabinet ketiga yang mundur dalam satu bulan belakangan ini. Hal ini merupakan pukulan keras bagi Perdana Menteri (PM) Fumio Kishida yang sudah kehilangan banyak dukungan.

Tingkat dukungan pemerintah Kishida merosot usai pembunuhan mantan Perdana Menteri Shinzo Abe pada Juli lalu yang mengungkapkan hubungan yang dalam dan lama politisi partai berkuasa Liberal Demokrat dengan Gereja Unifikasi. Yakni sebuah kelompok yang menurut para kritikus adalah sekte.

Terada mengajukan pengunduran diri ke Kishida setelah media melaporkan perdana menteri bakal memecatnya. Kantor Kishida belum dapat dimintai komentar terkait laporan itu.

Terada dikecam akibat sejumlah skandal anggaran di mana salah satu yang terkenal yakni dia mendukung kelompok yang mengajukan anggaran yang proposalnya ditandatangani oleh orang yang telah meninggal.

Kishida mengatakan dia menerima pengunduran diri Terada untuk memprioritaskan debat parlemen, termasuk pembahasan soal anggaran tambahan pada tahun fiskal yang berakhir Maret.

Ketika ditanya terkait tiga menterinya mengundurkan diri sejak 24 Oktober lalu, Kishida mengatakan akan meminta maaf. "Saya merasa sangat bertanggung jawab," kata Kishida, seperti dilaporkan Reuters, Minggu (20/11/2022).

Dia berencana untuk mengumumkan pengganti Terada pada Senin (21/11/2022). Stasiun televisi NHK melaporkan perdana menteri tampaknya mencalonkan mantan Menteri Luar Negeri Takeaki Matsumoto.

Kepergian Terada dapat semakin memperlemah perdana menteri yang angka dukungnya masih di bawah 30 persen di sejumlah jajak pendapat terakhir. Di tingkat ini mungkin sulit baginya untuk menjalankan agenda politiknya.

Dia memimpin LDP pada kemenangan beberapa hari usai Shinzo Abe ditembak dalam sebuah kampanye. Kishida diperkirakan akan menikmati "tiga tahun emas" tanpa mengharuskan pemilihan umum hingga 2025.

Pelaku pembunuh Shinzo Abe mengatakan ibunya bankrut karena Gereja Unifikasi dan dia menyalahkan mantan Perdana Menteri Shinzo Abe karena telah mempromosikannya. LDP mengakui beberapa anggota parlemennya memiliki hubungan dekat dengan gereja itu, tapi tidak memiliki hubungan organisasi dengan partai.

Sebagian besar pemilih juga menolak keputusan Kishida untuk menghelat pemakaman kenegaraan bagi Shinzo Abe yang digelar pada akhir September lalu. Usai kasus penembakan itu, Menteri Revitalisasi Ekonomi Daishiro Yamagiwa mengundurkan diri pada 24 Oktober karena hubungannya dengan Gereja Unifikasi.

Pukulan berikutnya datang setelah Menteri Kehakiman Yasuhiro Hanashi mundur pada pertengahan November atas komentar yang terkesan meremehkan tanggung jawabnya. Terutama mengenai penandatangan eksekusi. Mundurnya Hanashi dan Terada menjadi pukulan keras sebab mereka faksi Kishida di LDP.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in