Mahasiswa Diseret ke Pengadilan dan Didakwa Dua Tahun Penjara Gegara Hina Fisik Ibu Negara Nigeria

Nusantaratv.com - 03/12/2022 13:00

Presiden Nigeria Muhammadu Buhari dan Ibu Negara, Aisha Buhari. (Daily Trust)
Presiden Nigeria Muhammadu Buhari dan Ibu Negara, Aisha Buhari. (Daily Trust)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Pengadilan Nigeria mendakwa seorang mahasiswa bernama Aminu Adamu, akibat melakukan penghinaan terhadap Ibu Negara.

Menurut dokumen pengadilan, seperti dilaporkan Africa News, Jumat (2/12/2022), Adamu yang merupakan mahasiswa Universitas Federal Dutse, Nigeria utara, memberi komentar menghina fisik Ibu Negara, Aisha Buhari, pada unggahan media sosial.

Dia juga mengkritiknya karena memakan uang orang miskin. Adamu ditangkap pada 18 November, yakni lima bulan setelah dirinya menulis penghinaan tersebut. Namun, penangkapannya dikecam keras oleh Amnesty International, menyusul penyelidikan awal oleh polisi setelah pengajuan pengaduan oleh istri Presiden Muhammadu Buhari, menurut sumber yudisial.

"Pemuda itu dibawa ke Pengadilan Magistrat Federal Capital Territory (FCT) pada Selasa," kata pengacaranya Chijioke Agu kepada AFP melalui saluran telepon. 

"Dakwaannya pencemaran nama baik," lanjutnya.

Berdasarkan hukum pidana Nigeria, Adamu akan menghadapi hukuman dua tahun penjara. "Sidang telah ditunda hingga 30 Januari," kata Agu.

Dia menambahkan jika dirinya telah mengajukan jaminan untuk kliennya, yang ditahan di penjara Suleja, barat laut Abuja.

Adamu mengakui jika dia telah memberi komentar yang menghina Ibu Negara di Twitter dalam bahasa Hausa, bahasa yang paling banyak digunakan di Nigeria utara.

Di sisi lain, Amnesty International dalam kritikannya mengungkapkan, pihak keluarga melaporkan jika Adamu menjadi sasaran pemukulan, penyiksaan dan perlakuan buruk lainnya. Amnesty menambahkan penangkapan Adamu adalah ilegal dan menyerukan pembebasannya segera dan tanpa syarat.
 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in