Kotim ajak Pengguna Medsos Wujudkan Pemilu Damai Cegah Langgar UU ITE

Nusantaratv.com - 01 Februari 2024

Kepala Badan Kesbangpol Kotim Sanggul Lumban Gaol. ANTARA/Norjani
Kepala Badan Kesbangpol Kotim Sanggul Lumban Gaol. ANTARA/Norjani

Penulis: Alber Laia

Nusantaratv.com - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mengajak masyarakat menggunakan media sosial secara bijak, khususnya berpartisipasi mewujudkan pemilu aman dan damai, sekaligus mencegah terjadinya pelanggaran terhadap UU ITE.
 
"Pengguna media sosial di Kotawaringin Timur tidak saling menghina atau menjelek-jelekkan karena selain bisa memicu permusuhan, sikap seperti itu juga berisiko hukum bagi pelakunya," kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kotawaringin Timur Sanggul Lumban Gaol di Sampit, Kamis.

Sanggul menambahkan, "Itu harus dicegah. Jangan sampai nanti terkena Undang-Undang ITE, pencemaran nama baik, atau lainnya yang berdampak hukum. Jadi, itu yang harus dijaga. Jangan sampai kebablasan."
 
Menurut Sanggul, perbedaan pilihan dalam politik merupakan hal biasa karena setiap orang mempunyai hak menentukan pilihan sesuai dengan hati nuraninya masing-masing.
 
Oleh karena itu, pemkab mengingatkan jangan sampai perbedaan tersebut berpotensi perselisihan, apalagi menimbulkan permusuhan. Semua harus lebih dewasa dalam menyikapi perkembangan politik agar tidak terjadi konflik dan perpecahan.
 
Kepala Kesbangpol Kotim ini mengajak pengguna media sosial untuk lebih bijak. Perbedaan dukungan maupun aksi saling dukung melalui media sosial jangan sampai menimbulkan permusuhan.
 
"Etika harus tetap dijaga, selayaknya dalam pergaulan secara tatap muka," ucapnya.

Ia berharap setiap orang saling menghargai perbedaan agar tercipta pemilu yang bersih, jujur, adil, dan bermartabat.
 
"Gunakan medsos (media sosial) secara bijak. Jangan saling menghina hanya karena berbeda pilihan politik. Kita semua turut bertanggung jawab menciptakan pemilu damai, tidak terkecuali dalam pergaulan melalui medsos," katanya.
 
Sanggul mengimbau masyarakat untuk mewaspadai munculnya hoaks atau kabar bohong, isu negatif, dan provokatif yang rawan beredar di media sosial. Oleh sebab itu, masyarakat harus mampu menyaring informasi agar tidak menjadi korban informasi yang salah atau tidak jelas.
 
Terkait dengan pelaksanaan Pemilu 2024, Badan Kesbangpol Kotim sudah menyiapkan desk pemilu serta akan membuka posko untuk mengawal pelaksanaan pemilu.
 
Badan Kesbangpol akan memantau penghitungan suara pemilu pada tanggal 14 Februari 2024 melalui aplikasi Sistem Informasi Hitung Pemilu-Pilkada 2024/Sistem Informasi Sistem Suara Kalteng Berkah (Si-Sukah) yang telah diluncurkan Badan Kesbangpol Provinsi Kalimantan Tengah.
 
Ia mengatakan bahwa pihaknya melaksanakan sosialisasi dengan mengundang pejabat dari unsur kepala seksi pemerintahan dan IT atau operator dari 17 kecamatan serta operator 17 kelurahan dan operator beberapa desa.
 
Operator itu, kata dia, menyampaikan informasi laporan hasil penghitungan suara secara riil dari tempat pemungutan suara (TPS) masing-masing.

Data ini, lanjut dia, dihimpun dan dilaporkan secara berjenjang terkait dengan hasil Pemilu Anggota DPD RI, Pemilu Anggota DPR RI, Pemilu Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Pemilu Anggota DPRD Kabupaten Kotim, dan Pemilu Presiden/Wakil Presiden (Pilpres) 2024.
 
Ia mengemukakan bahwa aplikasi Si-Sukah memungkinkan pemerintah daerah mendapatkan data akurat hasil penghitungan suara dalam waktu relatif cepat. Namun, hasil resminya diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.(Ant)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close