JPU Kejari Lubuklinggau, Tuntut Delapan Terdakwa Kasus Korupsi Dana Hibah Bawaslu Muratara

Nusantaratv.com - 05/10/2022 15:35

Tangkap layar, Zoom persidangan.
Tangkap layar, Zoom persidangan.

Penulis: Nofi Ardiyanto | Editor: Supriyanto

Nusantaratv.com - Delapan Terdakwa perkara Tindak Pidana Korupsi dana Hibah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2019-2020, menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan Tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Palembang. Kamis (05/10/2022).

Dalam Persidangan kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pidsus Kejari Lubuklinggau Agrin Nico Reval SH, Sumarherti SH, Rahmawati membacakan tuntutan terhadap 8 terdakwa didepan Hakim Ketua Efra Happy Tarigan, dengan Hakim Anggota Mangapul Manalu dan Iskandar Harun.

Adapun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pidsus Kejari Lubuklinggau, memaparkan tuntutan untuk ke 8 terdakwa dengan berdebar-debar jumlah tuntutan hukumannya.

Dimana Terdakwa Munawir , Ketua Bawaslu dituntut pidana penjara 7 tahun 8 bulan dan denda sebesar Rp 300.000.000 subsidair 3 bulan kurungan serta Membayar uang pengganti Rp 165.000.000 dan jika tidak mempunyai harta benda yang mencukupi ,maka diganti dengan pidana penjara selama 4 tahun.

Terdakwa Paulina, Komisioner Bawaslu dituntut pidana penjara 7 tahun 8 Bulan dan denda sebesar Rp 300.000.000 subsidair 3 bulan kurungan serta Membayar uang pengganti Rp 165.000.000 dan jika tidak mempunyai harta benda yang mencukupi, maka diganti dengan pidana penjara selama 4 tahun.

Terdakwa Muhamad Ali Asek,Komisioner Bawaslu dituntut pidana penjara 7 tahun 8 Bulan dan denda sebesar Rp 300.000.000 subsidair 3 bulan kurungan serta Membayar uang pengganti Rp 165.000.000 dan jika tidak mempunyai harta benda yang mencukupi ,maka diganti dengan pidana penjara selama 4 tahun.

Terdakwa Hendrik ,Koorsek Bawaslu dituntut pidana penjara 7 Tahun 10 Bulan dan denda sebesar Rp 300.000.000 subsidair 3 bulan kurungan serta Membayar uang pengganti Rp 315.905.902 dan jika tidak mempunyai harta benda yang mencukupi ,maka diganti dengan pidana penjara selama 4 tahun 6 Bulan.

Terdakwa Tirta Arisandi ,Koorsek Bawaslu dituntut pidana penjara 8 Tahun 2 Bulan dan denda sebesar Rp 300.000.000 subsidair 3 bulan kurungan serta Membayar uang pengganti Rp 724.756.908 dan jika tidak mempunyai harta benda yang mencukupi ,maka diganti dengan pidana penjara selama 5 tahun . 

Terdakwa Aceng Sudrajat, Koorsek Bawaslu dituntut pidana penjara 8 Tahun 3 Bulan dan denda sebesar Rp 300.000.000 subsidair 3 bulan kurungan serta membayar uang pengganti Rp 823.137.269 dan jika tidak mempunyai harta benda yang mencukupi, maka diganti dengan pidana penjara selama 5 tahun 6 Bulan.

Terdakwa Siti Zahro, Bendahara Bawaslu dituntut pidana penjara 6 Tahun dan denda sebesar Rp 300.000.000 subsidair 3 bulan kurungan, terdakwa selaku Justice Collaborator (JC) dan telah menitipkan uang sebesar Rp 108.000.000.

Terdakwa Kukuh Reksa Prabu, Staf Bawaslu dituntut pidana penjara 7 Tahun 6 Bulan dan denda sebesar Rp 300.000.000 subsidair 3 bulan kurungan serta Membayar uang pengganti Rp 48.000.000 dan jika tidak mempunyai harta benda yang mencukupi, maka diganti dengan pidana penjara selama 3 tahun 9 Bulan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lubuklinggau ,Riyadi Bayu Kristianto SH,MH melalui Kasi Inteligen Husni Mubaroq SH,MH didampingi PLH Kasi Pidsus, Sumarherti SH mengatakan bahwa hari ini sidang pembaca tuntutan.

"Hari ini pembacaan tuntutan terhadap 8 terdakwa kasus dugaan korupsi dana Hibah Bawaslu Muratara Tahun Anggaran 2019-2020",katanya.

Dijadwalkan Sidang dilanjutkan dengan agenda pembacaan pledoi yang akan dilaksanakan pada kamis, (13 Oktober 2022).

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in