Joe Biden Beberkan Sejumlah Investasi AS di Indonesia

Nusantaratv.com - 14/11/2022 14:11

Presiden AS Joe Biden bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Bali, Senin, 14 November 2022. (Antara)
Presiden AS Joe Biden bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Bali, Senin, 14 November 2022. (Antara)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Senin (14/11/2022) membeberkan sejumlah investasi negara itu di Indonesia yang mencakup bidang-bidang seperti iklim dan ketahanan pangan, termasuk perjanjian US$2,5 miliar antara ExxonMobil dan perusahaan energi milik negara Pertamina tentang penangkapan karbon.

Dikutip dari Reuters, Senin (14/11/2022), kesepakatan ExxonMobil dan Pertamina akan menilai lebih lanjut pengembangan pusat penangkapan dan penyerapan karbon regional di Indonesia, kata Gedung Putih dalam pernyataannya.

Kemitraan itu akan memungkinkan sektor-sektor industri utama untuk menghilangkan karbon, kata pernyataan itu, mengutip sektor penyulingan, bahan kimia, semen, dan baja. Dikatakan, jika hal ini akan menurunkan emisi karbon, memastikan peluang ekonomi bagi pekerja Indonesia dan membantu Indonesia mencapai ambisi net-zero pada 2060 atau lebih cepat.

Studi bersama Pertamina dan Exxonmobil telah menemukan potensi kapasitas penyimpanan karbon sebesar 1 miliar ton di ladang minyak dan gas Pertamina, yang dapat menyimpan emisi Indonesia secara permanen selama 16 tahun ke depan, kata Pertamina dalam keterangan terpisah, Minggu (13/11/2022).

Diketahui, Biden mengunjungi Indonesia untuk mengambil bagian dalam KTT G20 pada pekan ini di Bali dan mengumumkan investasi tersebut dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), di mana dia menggambarkan negara Asia Tenggara itu sebagai mitra penting.

Presiden AS juga mengatakan kedua negara akan berkolaborasi untuk melindungi rakyat dari Coviud-19. AS dan Indonesia juga sepakat untuk meluncurkan program Millennium Challenge Corporation (MCC) senilai US$698 juta untuk membantu mendukung pengembangan infrastruktur transportasi sadar iklim di lima provinsi Indonesia dan tujuan pembangunan lainnya, lanjut pernyataan Gedung Putih.

Dana tersebut termasuk US$649 juta dari AS dan US$49 juta dari Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in