Halte Bundaran HI Halangi Patung Selamat Datang, Sejarawan Protes Anies

Nusantaratv.com - 29/09/2022 21:00

Patung Selamat Datang. (Net)
Patung Selamat Datang. (Net)

Penulis: Maulana

Nusantaratv.com - Sejarawan jebolan Universitas Indonesia (UI) JJ Rizal, memprotes pembangunan halte TransJakarta di Bundaran HI. Sebab halte tersebut menutupi Patung Selamat Datang di Bundaran HI hingga Gedung Sarinah.

"Pak Gubernur Anies Baswedan, mohon setop pembangunan Halte Transjakarta Tosari-Bundaran HI yang merusak pandangan ke Patung Selamat Datang dan Henk Ngantung Fontein warisan Presiden Sukarno dengan Gubernur Henk Ngantung sebagai poros penanda perubahan ibu kota kolonial ke ibu kota nasional," ujar JJ Rizal dalam cuitan di akun Twitter-nya, dikutip Kamis (29/9/2022).

Ia menuturkan satu per satu objek yang tertutup proyek halte TransJakarta. Pertama, Patung Selamat Datang. Kedua, ada air mancur yang bernama Henk Ngantung Fontein. Dua objek itu adalah karya Sukarno, maestro patung Edhi Sunarso, dan Gubernur Jakarta Henk Ngantung.

Patung Selamat Datang dibuat Edhi Sunarso untuk menyambut tamu-tamu kenegaraan di Bundaran Hotel Indonesia, tahun 1962, dalam rangka Asian Games IV yang digelar di Jakarta. Ide pembuatan patung berasal dari Sukarno dan rancangannya dikerjakan Henk Ngantung. Menurut JJ Rizal, Patung Selamat Datang punya arti penting.

"Patung Selamat Datang dengan Henk Ngantung Fontein penting bukan hanya karena karya Presiden Sukarno dan maestro Edhi Sunarso serta Gubernur Henk Ngantung, tapi juga simbol keramahan bangsa, semangat bersahabat melaksanakan ketertiban dunia berdasar kemerdekaan, perdamaian abadi, keadilan sosial," kata JJ Rizal.

Objek selanjutnya yang seharusnya tidak tertutup halte adalah Hotel Indonesia. Soalnya, hotel itu bukan cuma simbol awal pariwisata modern Indonesia pascakolonial, tapi juga arsitektur karya Abel Soerensen yang mengarsiteki markas besar PBB di New York. Namun kini, objek-objek bersejarah itu menjadi korban vandalisme, begitu kata Rizal, dari proyek pembangunan.

"Kawasan bersejarah warisan Sukarno dalam 20 tahun terakhir telah jadi korban vandalisme, berbagai kepentingan berebut dengan macam-macam alasan tapi satu tujuannya yaitu mengkapitalisasi posisinya yang strategis. Kalau tidak disetop maka Jakarta akan kaya infrastruktur tapi miskin karakter," kata Rizal.

Bangunan bersejarah selanjutnya yang tertutup halte TransJakarta adalah Gedung Sarinah. Gedung itu punya arti penting karena menandai ekonomi kerakyatan.

"Tak cukup puas hanya bangun halte gigantis di sekitar HI, tapi juga di Sarinah. Satu lagi penanda sejarah untuk mengingatkan bahwa ibu kota nasional berbeda dari Ibu Kota kolonial, simbol ekonomi kapitalisme yang rakus, melainkan ibu kota ekonomi kerakyatan," kata Rizal.

Dia berharap PT TransJakarta turut menjaga arsitektur-arsitektur bersejarah itu karena hal itu adlah inspirasi kota dan warisan berharga. Rizal menyebut pembangunan halte itu sebagai proyek arogan.

"Sekali lagi mohon Pak Gubernur Anies Baswedan setop pembangunan halte PT Transjakarta yang arogan di kawasan cagar budaya penanda sejarah perubahan kota kolonial jadi kota nasional warisan Sukarno, jangan biarkan halte-halte itu jadi noda di buku sejarah masa pemerintahan bapak yang kaya prestasi," tandas Rizal.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in