Gegara Tolak Wanita Hamil saat Lockdown, China Tutup Rumah Sakit

Nusantaratv.com - 13/01/2022 16:15

Ilustrasi. (Istimewa)
Ilustrasi. (Istimewa)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Dua rumah sakit (RS) di kota Xi'an, China, yang sedang menerapkan lockdown (penguncian) terkait peningkatan kasus Covid-19, telah ditutup sementara.

Rumah sakit yang ditutup termasuk rumah sakit yang menolak merawat seoarang wanita hamil delapan bulan yang kemudian keguguran, kata pihak berwenang pada Kamis (13/1/2022), seperti dikutip dari AFP.

Xi'an diketahui merupakan salah satu dari beberapa kota di China yang mengalami wabah virus corona, telah menerapkan lockdown yang ketat selama tiga pekan sejalan dengan strategi 'nol-Covid' Beijing.

Para pejabat tinggi kesehatan terpaksa meminta maaf pekan lalu setelah unggahan media sosial yang menyedihkan, termasuk foto dan video wanita yang duduk di bangku plastik di luar Rumah Sakit Gaoxin dalam genangan darah, yang memicu kemarahan atas pemberlakuan aturan yang keras di kota besar itu.

Rumah sakit menolak merawat wanita itu karena tidak memiliki hasil tes Covid-19 dalam waktu 48 terakhir. Dalam insiden terpisah di rumah sakit kedua, seorang warga Xi'an mengatakan ayahnya meninggal pekan lalu setelah dia tidak bisa mendapatkan perawatan medis untuk penyakit jantung karena 'aturan terkait pandemi'.

Kedua rumah sakit telah diberi peringatan dan diminta 'menangguhkan operasi selama tiga bulan untuk perbaikan', dan hanya akan diizinkan untuk dibuka kembali setelah mendapat persetujuan.

Komisi kesehatan kota mengatakan dalam pernyataannya pada Kamis (13/1/2022), kedua rumah sakit itu 'gagal melakukan tugas mereka menyelamatkan nyawa dan menyelamatkan yang terluka'.

"Hal ini menyebabkan keterlambatan dalam penyelamatan, diagnosis dan perawatan pasien yang sakit kritis, menimbulkan perhatian publik yang luas dan memiliki dampak sosial yang buruk," tambah otoritas kesehatan Xi'an.

Rumah Sakit Gaoxin diketahui telah memberhentikan manajer umum dan sejumlah staf medis, sedangkan rumah sakit kedua memecat ketuanya, menjatuhkan sanksi kepada wakil kepala dan memberhentikan kepala perawat di departemen rawat jalan.

Pemerintah setempat telah menghadapi kritik luas atas penanganan krisis tersebut. Banyak warga mengeluh jika mereka tidak memiliki akses ke makanan dan persediaan sehari-hari setelah diberitahu jika mereka tidak dapat meninggalkan rumah mereka.

Kasus infeksi Covid-19 mulai melambat di Xi'an dalam beberapa hari belakangan, dengan hanya enam yang dilaporkan pada Kamis (13/1/2022). Sejak 9 Desember tahun lalu, tercatat ada lebih dari 2.000 kaus infeksi domestik di kota itu.

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in