Dinkes Catat Delapan Kasus HIV Di Aceh Timur

Nusantaratv.com - 24/11/2022 20:37

Petugas mengambil darah warga yang diperiksa ketika pemeriksaan darah HIV AIDS di Jakarta. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Petugas mengambil darah warga yang diperiksa ketika pemeriksaan darah HIV AIDS di Jakarta. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Penulis: Habieb Febriansyah

Nusantaratv.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh mencatat delapan kasus human immunodeficiency virus (HIV) atau virus yang merusak kekebalan tubuh di daerah itu, selama Januari-November 2022.

"Sejak Januari hingga November 2022, ada delapan kasus HIV dan seorang di antaranya dilaporkan meninggal dunia," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Aceh Timur Sondang di Aceh Timur, Kamis.

Pihaknya juga telah melakukan berbagai langkah, seperti menyelenggarakan tes atau skrining untuk mengetahui antibodi terhadap virus mematikan dan belum ada obatnya itu.

Dia mengatakan skrining tidak hanya untuk kelompok dan komunitas tertentu, tetapi juga ibu hamil serta masyarakat umum lainnya.

Skrining, kata Sondang, merupakan upaya pencegahan agar HIV tidak menular kepada orang lainnya. Penularan HIV hanya bisa melalui kontak dengan darah yang terinfeksi serta cairan alat kelamin.

"Selain skrining atau deteksi, kami juga menggencarkan sosialisasi pada remaja terkait pencegahan dan penanganan kasus HIV," kata dia.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zubir Mahmud Kabupaten Aceh Timur Edi Gunawan mengatakan pihaknya menangani enam pasien HIV sejak enam bulan terakhir.

"Ada enam pasien yang telah kami tangani yaitu seorang wanita dan lima laki-laki. Pasien HIV tersebut merupakan warga Aceh Timur dan Banda Aceh. Saat ini, enam pasien tersebut sudah dipulangkan dan hanya rawat jalan," kata dia.

Orang yang terinfeksi HIV memiliki gejala, seperti flu, demam, sakit tenggorokan, dan kelelahan. Penyakit ini biasanya tanpa gejala sampai berkembang menjadi AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome).

Gejala AIDS termasuk penurunan berat badan, demam atau berkeringat saat malam, kelelahan, dan infeksi berulang. Tidak ada obat untuk AIDS, tetapi kepatuhan ketat mengonsumsi obat dapat mencegah infeksi sekunder dan komplikasi.(Ant)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in