China Klaim Berhasil Tanam Padi di Luar Angkasa

Nusantaratv.com - 01/09/2022 11:04

Keberhasilan China ini akan berkontribusi pada eksplorasi untuk memenuhi kebutuhan makanan dalam misi luar angkasa jangka panjang. (Zoom News)
Keberhasilan China ini akan berkontribusi pada eksplorasi untuk memenuhi kebutuhan makanan dalam misi luar angkasa jangka panjang. (Zoom News)

Penulis: Tri Budi Purnomo

Nusantaratv.com - Astronot China mengklaim berhasil menanam benih padi di stasiun luar angkasa Tianghong.

Dikutip dari The Nation Thailand, Kamis (1/9/2022), keberhasilan ini akan berkontribusi pada eksplorasi untuk memenuhi kebutuhan makanan dalam misi luar angkasa jangka panjang.

Kendati ada eksperimen untuk tanaman lain di luar angkasa, namun yang dilakukan di Tiangong adalah yang pertama dari jenis padi yang bertujuan menghasilkan siklus hidup tanaman yang lengkap, dimulai dengan biji dan diakhiri dengan tanaman dewasa yang menghasilkan benih baru.

China meluncurkan laboratorium luar angkasa Wentian ke orbit pada 24 Juli, yang bertujuan untuk melakukan berbagai eksperimen termasuk penanaman padi. Upaya yang dilakukan di Tiangong ini adalah yang pertama menargetkan siklus lengkap tanaman, dari biji hingga tanaman dewasa dan menghasilkan benih baru, dibandingkan dengan percobaan budidaya padi lainnya.

Seorang peneliti di Pusat Teknologi dan Rekayasa untuk Pemanfaatan Ruang Angkasa dari Akademi Ilmu Pengetahuan China, Zhao Liping mengatakan, muatan beroperasi dengan lancar, dan ketiga astronot sedang melakukan percobaan dan mengujinya sesuai dengan rencana.

Sementara itu, Peneliti Center of Excellence for Molecular Plant Science, Chinese Academy of Sciences, Zheng Huiqiong mengatakan, benih padi varietas tinggi tumbuh hingga ketinggian 30 sentimeter sejak percobaan dilakukan pada 29 Juli. "Benih padi tumbuh dengan sangat baik," kata Zheng.

Dia menambahkan percobaan itu juga mengandung benih Arabidopsis thaliana, tanaman berbunga kecil dari keluarga mustard yang sering digunakan oleh para ilmuwan untuk mempelajari mutasi. Zheng mengungkapkan para astronot akan terus memantau tanaman, dan jika percobaan berhasil, mereka akan mengumpulkan benih yang baru diproduksi dan membawanya kembali ke Bumi untuk studi lebih lanjut.

"Kami ingin menyelidiki bagaimana gayaberat mikro dapat mempengaruhi waktu pembungaan tanaman pada tingkat molekuler dan apakah mungkin menggunakan lingkungan gayaberat mikro untuk mengontrol proses terkait," urainya.

Pembungaan adalah tahap penting untuk perkembangan reproduksi tanaman. Sejak 1980-an, China telah membawa benih padi dan tanaman lain ke luar angkasa untuk membantu mereka bermutasi dan mendapatkan hasil yang lebih tinggi begitu ditanam di Bumi. 

Namun menanam padi di orbit merupakan tantangan yang berbeda karena kondisi ruang yang keras seperti gayaberat mikro, kekurangan udara, dan sinar kosmik berenergi tinggi. Beras telah menjadi makanan pokok bagi para astronot sejak awal eksplorasi ruang angkasa.

Astronot Amerika Serikat (AS) di misi Apollo 11, yang merupakan manusia pertama yang mendarat di bulan pada Juli 1969, makan ayam dan nasi beku-kering selama perjalanan mereka di luar angkasa.

"Tetapi jika kita ingin mendarat dan menjelajahi Mars, membawa makanan dari Bumi tidak cukup untuk perjalanan panjang dan misi para astronot di luar angkasa. Kita harus menemukan sumber makanan yang berkelanjutan untuk eksplorasi ruang angkasa jangka panjang," tukas Zheng.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in