BPJS Kesehatan Hadapi Tantangan Peningkatan Mutu Layanan

Nusantaratv.com - 19 Oktober 2022

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti (kanan) saat menyerahkan buku kepada Menko PMK Muhadjir Effendy dalam Pertemuan Nasional Fasilitas Kesehatan tahun 2022, di Gedung Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta, Rabu (19/10/2022). (ANTARA/Andi Firdaus).
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti (kanan) saat menyerahkan buku kepada Menko PMK Muhadjir Effendy dalam Pertemuan Nasional Fasilitas Kesehatan tahun 2022, di Gedung Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta, Rabu (19/10/2022). (ANTARA/Andi Firdaus).

Penulis: Supriyanto

Nusantaratvcom - Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti mengatakan pemerataan mutu layanan di fasilitas kesehatan menjadi tantangan di tengah peningkatan permintaan masyarakat yang tinggi selama pandemi.

“Dengan tingginya angka pemanfaatan pelayanan kesehatan, tentunya harus didukung mutu fasilitas kesehatan yang baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL)/rumah sakit,” kata Ghufron Mukti usai Pertemuan Nasional Fasilitas Kesehatan tahun 2022, di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan BPJS Kesehatan mengajak pengelola fasilitas kesehatan untuk memperkuat komitmen dalam peningkatan mutu layanan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Menurut Ghufron dinamika layanan kesehatan selama Pandemi COVID-19 serta percepatan cakupan kepesertaan Program JKN menuju Universal Health Coverage (UHC), telah mempengaruhi pengelolaan Program JKN.

Ghufron mengatakan, per Oktober 2022 sebanyak 246,46 juta jiwa atau kurang lebih 89,35 persen dari seluruh penduduk Indonesia telah terjamin pembiayaan kesehatannya melalui Program JKN.

“Tentu dengan semakin besarnya jumlah peserta, akses terhadap layanan di fasilitas kesehatan akan meningkat,” katanya.

Hal ini terlihat dari angka pemanfaatan Program JKN selama pandemi yang meningkat dari 993 ribu pemanfaatan per hari pada 2020, meningkat menjadi 1,1 juta pemanfaat per hari pada 2021.

Ghufron mengatakan peningkatan mutu layanan dilakukan melalui akreditasi, dilengkapi dengan credentialing dan re-credentialing.

BPJS Kesehatan juga berupaya mendorong penyesuaian pembiayaan pelayanan kesehatan baik di FKTP dan FKRTL yang sesuai dengan kondisi ekonomi.

Ghufron juga menekankan diperlukannya usaha kesehatan perorangan kegiatan promotif dan preventif untuk menekan angka kesakitan, khususnya bagi peserta JKN.

“BPJS Kesehatan berupaya menyiapkan agar proporsi pembiayaan program promotif dan preventif meningkat,” ujarnya.

Menurut Ghufron, kemudahan layanan difasilitasi BPJS Kesehatan melalui inovasi layanan digital yang terus diaplikasikan di fasilitas kesehatan.

Saat ini, jumlah fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan terdiri atas 23.518 FKTP dan 2.852 FKRTL.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh dinas kesehatan, fasilitas kesehatan, asosiasi fasilitas kesehatan, serta asosiasi profesi seluruh Indonesia secara daring mengambil tema “Kolaborasi Inovasi untuk Faskes yang Berkualitas”.

Dalam pertemuan tersebut, BPJS Kesehatan juga memberikan apresiasi kepada fasilitas kesehatan paling berkomitmen terhadap mutu pelayanan bagi peserta JKN-KIS.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close