Banjir Palopo Rendam 20 Rumah dan Akses Jalan Terputus

Nusantaratv.com - 09/10/2022 12:04

Ilustrasi  banjir/net
Ilustrasi banjir/net

Penulis: Wiwi Susanti

Nusantaratv.com - Banjir setinggi dada orang dewasa masih menggenangi sejumlah kawasan permukiman warga di Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Akibatnya, 20 rumah warga masih terendam banjir dan akses jalan terputus.

Kelurahan Salubattang, air setinggi dada orang dewasa masih merendam permukiman warga. Akibatnya warga di wilayah tersebut masih mengungsi.

"Seperti yang kita lihat air masih setinggi dada orang dewasa," ucap salah seorang warga di lokasi bencana.
 
Sebanyak 20 rumah warga dan lahan persawahan di wilayah tersebut terdampak banjir. Akses jalan menuju wilayah Desa Lamasi Pantai, Kecamatan Wara Timur, Kabupaten Luwu juga terputus akibat banjir tersebut.

"Ada sekitar 20 rumah lebih masih terendam banjir setinggi paha ini. Bukan hanya rumah bahkan sawah dan empang juga terdampak oleh banjir ini," ungkapnya.

Sementara di Kelurahan Pentojangan, banjir tampak sudah mulai surut. Warga yang sempat mengungsi kembali ke rumah masing-masing membersihkan lumpur yang ada di halaman dan di dalam rumah mereka.

"Alhamdulillah di Pentojangan airnya perlahan surut, warga saat ini lebih fokus bersihkan sisa material yang dibawa air banjir semalam," kata Camat Telluwanua, Andi Baso Akbar.

Sebelumnya diberitakan, banjir di Kecamatan Telluwanua melanda Kelurahan Batu Walenrang, Mancani, Jaya, Maroangin, Pentojangan, Salubattang dan Sumarambu. Akibatnya warga mengungsi ke masjid dan rumah keluarga yang tidak terdampak banjir.

"Sementara banyak warga mengungsi, kita belum tau jumlahnya. Sebagian sudah ada yang mengungsi ke Masjid dan ada ke rumah keluarganya juga yang masih aman," ungkap Andi Baso saat dikonfirmasi detikSulsel, Sabtu (8/10) malam.

Andi Baso menjelaskan banjir terjadi akibat sungai di wilayah atas Battang yang meluap. Apabila intensitas hujan di wilayah tersebut tinggi maka seringkali sungai meluap dan mengakibatkan banjir di Telluawanua yang merupakan daerah hilir.

"Ini kan yang punya daerah aliran sungai ada di atas Battang, jadi yang kami pantau Battang terus ini. Kalau Battang deras otomatis sungai meluap apa lagi kami berada di hilir sungai," jelasnya.

"Biar hujan deras wilayah kami tidak masalah tapi kalau Battang hujan deras bahaya, pasti kena dampak di sini, karena kami punya daerah aliran sungai di atas Battang," imbuhnya.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in