Terbang dari Jabar ke Papua Barat, Penumpang Garuda Positif Corona

Penumpang kini telah diisolasi
Mochammad Rizki - Nasional,Selasa, 30-06-2020 08:18 WIB
Terbang dari Jabar ke Papua Barat, Penumpang Garuda Positif Corona
Ilustrasi penumpang pesawat Garuda Indonesia. (Antara)

Bandung, Nusantaratv.com - Seorang penumpang pesawat Garuda Indonesia positif virus corona. Penumpang tersebut terbang dari Bandara Soekarno-Hatta dan tiba di Bandara Domine Eduard Osok, Sorong, Papua Barat. 

Koordinator Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan Bandara Domine Eduard Osok Sorong, Farida Tariq menjelaskan, mulanya pihaknya melakukan pemeriksaan dokumen kesehatan terhadap para penumpang pesawat Garuda Indonesia GA 682 pukul 06.20 WIT, Sabtu (27/6/2020). 

Baca juga: Ini Sebaran Corona di Indonesia 

Pihaknya lalu menemukan hasil tes swab penumpang berinisial WY, yang dikeluarkan laboratorium kesehatan pada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, tertulis positif Covid-19.

Siswa program Afirmasi Pendidikan Menengah (Adem) asal Kabupaten Sorong Selatan itu langsung dibawa ke ruang isolasi Bandara Domine Eduard Osok, Sorong.

Gugus Tugas Sorong Selatan pun meminta dilakukannya karantina mandiri terhadap beberapa siswa yang kontak erat dengan penumpang positif itu.

"Kami juga telah melakukan penyemprotan disinfektan terhadap pesawat sebelum menaikkan penumpang dari Bandara Domine Eduard Osok Sorong," ujar Farida. 

Sementara menurut Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, penumpang tersebut sudah melakukan isolasi mandiri sebelum melakukan perjalanan.

Siswa itu berstatus orang tanpa gejala (OTG).

"Dia mengisolasi diri, tapi ternyata belum bisa menahan diri untuk pulang kembali ke Papua," ujar Emil, sapaan Ridwan Kamil, Senin (29/6/2020). 

Menurut Emil, kepulangan siswa telah sesuai prosedur. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sorong guna menangani pasien tersebut. 

"Kita sudah koordinasi Dinkes di Sorong untuk melakukan treatment. Jadi tidak ada masalah dari sisi prosedur karena masuknya OTG yang harusnya merawat diri sendiri," ujarnya.

Pemprov Jabar sendiri memang melakukan tes swab kepada 90 pelajar asal Papua yang sudah merampungkan studi, pada 19 Juni lalu. 

Tes dilakukan guna memastikan mereka aman dari corona sebelum pulang ke Papua dan Papua Barat, sebab beberapa daerah di Jabar kala itu berstatus zona kuning.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0