Cerita Horor Sirkuit Sepang Malaysia

Pembalap Indonesia Afridza Munandar tewas saat memacu motornya di sirkuit Sepang Malaysia, Sabtu (2/11/2019).
Cerita Horor Sirkuit Sepang Malaysia
Sirkuit Sepang saat malam hari

Jakarta, Nusantaratv.com - Kematian tragis pembalap muda Indonesia Pembalap Afridza Munandar jadi mengingatkan kita semua kepada cerita horor yang terdapat pada sejumlah sirkuit di dunia.

Satu dari lima sirkuit di dunia yang menyimpan kisah horor yakni sirkuit Sepang di Malaysia. 

Ya, tewasnya Pembalap Afridza Munandar di sirkuit yang telah berdiri sejak 7 Maret 1999 lalu itu, tentu bukan kali pertama terjadi pada pembalap di seluruh dunia.

Sebelum tewasnya Afridza Munandar, sirkuit Sepang telah memakan korban terlebih dahulu. Bedanya, kalau Afridza Munandar tewas saat kecelakaan di tikungan 10, nah pembalap yang pertama kali tewas di Sepang ini alami kecelakaan di tikungan 11.

BACA JUGA: Pembalap Indonesia Meninggal di Sirkuit Balap Malaysia

Berbeda hanya satu tikungan saja dari Afridza Munandar, pembalap asal Italia, yakni Marco Simoncelli juga tewas di Sepang, Malaysia pada 23 Oktober 2011.

Marco Simoncelli tewas karena kecelakaan yang dialaminya saat GP Malaysia 2011. Simoncelli terlibat kecelakaan bersama Colin Edwards dan Valentino Rossi saat berada di posisi keempat pada putaran kedua. 

Simoncelli terjatuh ketika sedang berbelok di tikungan ke-11 Sirkuit Sepang dan tertabrak oleh motor Edwards. Edwards juga terjatuh namun hanya mengalami patah tulang bahu, sementara Simoncelli berbaring diam di lintasan sesaat setelah kecelakaan dengan helmnya terlepas dalam insiden itu. 

BACA JUGA: Bergidik, Seorang Jurnalis Dirasuki Wujud Serupa

Sementara itu, Rossi hanya sedikit kehilangan keseimbangan dan dapat melaju pelan ke pit-stop. Setelah insiden tersebut, perlombaan dihentikan dan Simoncelli langsung dibawa ke pusat medis Sirkuit Sepang. Pada pukul 16.56 waktu setempat, Simoncelli dinyatakan meninggal dunia karena luka serius yang dideritanya.

Kemudian, dalam jumpa pers direksi balapan MotoGP, kepala medis, Michele Macchiagodena, menyatakan bahwa Simoncelli mengalami “trauma serius di kepala, leher, dan dada,” dan sempat diberi perawatan CPR selama 45 menit sebelum akhirnya meninggal.
 

Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0