Studi: Kesepian dan Tidak Bahagia Dapat Membuat Anda Lebih Tua

Nusantaratv.com - 05/10/2022 17:20

Ilustrasi wanita kesepian / everydayhealth
Ilustrasi wanita kesepian / everydayhealth

Penulis: Harry Prasetyo

Nusantaratv.com - Mengelilingi diri dengan orang-orang yang membantu Anda merasa baik tentang hidup mungkin bukan hal pertama yang terlintas dalam pikiran ketika memikirkan cara untuk memperpanjang umur. Tetapi sebuah studi baru menunjukkan fokus pada kebahagiaan dan koneksi sosial menjadi salah satu cara untuk meningkatkan umur panjang.

Untuk penelitian ini, para peneliti memeriksa data pada hampir 12.000 orang dewasa berusia 45 tahun ke atas yang berpartisipasi dalam China Health and Retirement Longitudinal Study.

 Semua peserta memberikan sampel darah, riwayat medis terperinci, dan informasi tentang keadaan sosial dan kesehatan mental mereka. Para ilmuwan kemudian menggunakan semua data ini untuk memprediksi faktor mana yang mungkin membuat perbedaan terbesar pada umur panjang menggunakan apa yang disebut "jam penuaan", sebuah model statistik untuk menilai usia biologis daripada usia kronologis.

Faktor psikologis seperti kesepian atau tidak bahagia mempercepat penuaan 1,65 tahun, dibandingkan dengan penuaan normal bagi individu yang sehat tanpa masalah kesehatan fisik atau mental, menurut hasil studi yang diterbitkan dalam hasil studi yang diterbitkan dalam jurnal Aging  (PDF).

"Kondisi mental dan psikososial adalah beberapa prediktor yang paling kuat dari hasil kesehatan dan kualitas hidup," kata rekan penulis studi Manuel Faria dari Universitas Stanford.

Penuaan juga dipercepat pada perokok dan orang dengan riwayat penyakit stroke, hati, dan paru-paru. Merokok, misalnya, mempercepat penuaan 1,25 tahun.

Banyak penelitian sebelumnya juga mengaitkan isolasi sosial dan kesepian dengan peningkatan risiko kematian dini.

Satu penelitian terhadap sekitar 17.000 orang dewasa di Amerika Serikat menemukan isolasi sosial cukup umum di usia paruh baya, berdampak pada sekitar 17 persen wanita dan 21 persen pria.

Untuk kedua jenis kelamin, tidak menikah dan jarang berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan adalah salah satu penyebab utama isolasi sosial. Dan itu dikaitkan dengan risiko kematian dini 62 persen lebih tinggi pada wanita dan peluang 75 persen lebih besar dari kematian dini untuk pria.

Studi lain terhadap hampir 120.000 orang dewasa paruh baya di 20 negara yang berbeda menemukan isolasi sosial lebih sering terjadi pada wanita, orang tua, penduduk kota, orang dengan tingkat pendidikan rendah, dan individu yang menganggur.

Secara keseluruhan, isolasi sosial dikaitkan dengan risiko kematian dini 26 persen lebih tinggi, dan risiko ini paling menonjol pada orang yang tinggal di negara berpenghasilan tinggi.

Ada kemungkinan bahwa setidaknya beberapa hubungan antara isolasi sosial dan umur panjang bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Sebuah penelitian terhadap lebih dari 35.000 orang dewasa lanjut usia menemukan isolasi sosial terkait dengan risiko kematian dini 22 persen lebih tinggi, tetapi juga menemukan bahwa sebagian besar ini dijelaskan oleh usia lanjut dan oleh masalah kesehatan.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in