Kisah Sukses Rosan P. Roeslani di Bidang Bisnis, Pemerintahan dan Olahraga

Nusantaratv.com - 14/10/2021 10:16

Rosan P. Roeslani (net)
Rosan P. Roeslani (net)

Penulis: Alamsyah | Editor: Alamsyah

Nusantaratv.com - Mulai November 2021, mantan ketua umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, mengemban tugas baru sebagai Duta Besar RI untuk Amerika.

Ditunjuk sebagai Dubes RI untuk Amerika, bagi pria 53 tahun ini tentu bukan sesuatu yang kebetulan. Semua digapainya karena kerja keras, ketekunan, keuletan, serta keinginan untuk maju.

Keberhasilan Rosan menapaki karir di dunia bisnis, pemerintahan dan bidang olahraga itu, berawal memang dari kepatuhan beliau kepada kedua orangtuanya.

"Kalau saya sih ingatnya pesan dari ibu saya kalau berusaha itu yang penting niat dan nawa itu harus selalu baik, seperti kita salat kan pasti ada niatnya dulu nah kalau niatnya awalnya benar Insya Allah ke depannya jalannya lebih lancar," ujar Rosan Roeslani kepada media.

Rasa hormat dan kepatuhan Rosan juga ditunjukan ke ayahnya yang berprofesi sebagai dokter.

"Ayah saya karena kebetulan dokter selalu bilang, kalau mau jadi pengusaha jatuh 10 kali bangkitnya harus 100 kali, tidak boleh nyerah, karena kegagalan adalah bagian dari suatu proses untuk kita menuju ke keberhasilan, jadi itu harus jaga jangan pikirannya pendek, semuanya harus melalui proses," katanya lagi.

Dari situlah kemudian Rosan berhasil menapaki karirnya yang diawali dari dunia bisnis yang berkembang ke pemerintahan dan dunia olahraga.

Rosan menyadari, selain orangtua ada juga keluarga yang harus ia prioritaskan. Dengan kata lain, keluarga adalah tempat dirinya untuk meminta restu dalam mewujudkan rencana serta cita-citanya.

Rosan yang saat itu mengikuti pemilihan ketum Kadin periode 2015-2020, berdiskusi dengan ayahnya, Roeslani Sapeni dan istrinya, Anak Agung Ayu Manik Mulyaheni.

“Saya bertanya pada istri dan ayah. Sebab ibu saya sudah almarhumah. Istri saya katakan kalau ini amanah dan niatnya ingin maju, dia akan dukung dalam doa. Terus terang, kalau keluarga tidak mendukung, bisa repot. Setelah keluarga memberikan clearance untuk maju, baru saya maju,” ujar Rosan, mengutip investor.id edisi 2015 lalu.

Benar saja, setelah meminta restu ke orangtua dan istrinya, Rosan berhasil memimpin Kadin selama kurun lima tahun. 

Keberhasilan Rosan menjadi orang nomor satu di organisasi pengusaha tertua di Indonesia itu, membuatnya tak lantas besar hati. Rosan justru banyak melakukan terobosan-terobosan selama memimpin Kadin.

Beberapa keberhasilan Rosan saat menakhodai Kadin antara lain, menyuarakan kepada pemerintah untuk mencari sisi positif dari terjadinya perang dagang antara Amerika dan Cina beberapa tahun lalu.

Ketika muncul berita mengenai
Kementerian Perdagangan melakukan impor pacul beberapa tahun lalu, Rosan juga sempat melontarkan pernyataan bahwa hal itu sebagai tindakan memalukan.

Begitu juga  saat menjabat sebagai Ketua Satgas Omnibus Law, Rosan turut mendukung penuh UU Cipta Kerja yang merupakan hal penting bagi buruh, dunia usaha dan pengusaha. 

Dan ketika wabah pandemi Covid-19 terjadi, kiprah Rosan sebagai ketum Kadin juga sempat menuai apresiasi positif. Pasalnya, Rosan sempat mencetuskan ide program Vaksin Gotong Royong. Vaksin itu tidak dibebankan kepada pekerja, melainkan ditanggung oleh pengusaha atau perusahaan.

Tugas lain yang diemban Rosan semasa pandemi Covid-19 ini yakni pemerintah menunjuknya sebagai Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN).

Di bidang olahraga, kehadiran Rosan di dunia olahraga tanah air membawa pengaruh positif. Pasalnya selama menjabat sebagai Ketua PB PABSI dirinya berhasil membawa nama Indonesia harum di mata dunia internasional. Itu dengan bukti bahwa cabor Angkat Besi membawa pulang medali di ajang Olimpiade Tokyo 2020 lalu.

"Angkat besi di bawah pimpinan saya pertama kali mendapat emas di Asian Games dan juga juara dunia serta medali terbanyak di Olimpiade." Ujar Rosan P Roeslani.

Rosan yang kemudian ditunjuk pemerintah menjadi Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020, juga berhasil membawa Indonesia berhasil merebut meraih medali emas dari cabang bulutangkis ganda putri, serta medali lain.

Di cabang olahraga sepakbola, Rosan ternyata memiliki andil cukup besar bagi perkembangan olahraga yang diminati mayoritas masyarakat di Indonesia ini.

Pada sekitar tahun 2015 lalu, bersama sahabatnya, Erick Thohir, dia ikut menjadi pemilik saham terbesar di klub liga 1 italia, Inter Milan.

Bukan hanya klub raksasa sepakbola Italia - Inter Milan saja, Rosan bersama sahabatnya Erik Tohir juga membeli saham mayoritas  klub sepakbola di Washinton DC, Amerika, DC United.

Dunia Olahraga sejatinya memang akrab bagi Rosan. Dalam kehidupan  sehari-harinya dia juga salah seorang penggemar olahraga menyelam (diving). Sejumlah perairan di Indonesia, sedikit banyaknya sudah ia selami, tentunya dengan mengajak serta keluarga tercinta.

Sementara itu, keberhasilan Rosan menapaki karirnya di dunia bisnis memang sudah ada sejak dulu. Jauh sebelum menduduki kursi ketum Kadin, dia tercatat sudah membangun usaha di sektor ini.

Hal itu diawali ketika dirinya meraih gelar BA di bidang Administrasi Bisnis dari Oklahoma State University, Amerika Serikat, pada tahun 1992, Rosan yang  kembali ke Jakarta diterima dan bekerja di sebuah lembaga keuangan.

Tak puas mendapatkan pekerjaan itu, Rosan yang haus dengan ilmu bisnisnya, kembali meneruskan studinya ke Eropa. Dia lalu belajar di Antwerpen European University Belgia dan mencapai gelar Master di bidang Administrasi Bisnis (MBA). Akhirnya Rosan lulus MBA dengan Cum Lauda.

Pada tahun 1996, ia berhasil meraih gelar master dan kembali ke Indonesia lagi. Bersama dua sahabatnya Sandiaga Uno yang kini menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Elvin Ramli, Rosan mulai membangun usaha sendiri dengan merintis usaha sebagai finansial avisor.

Perusahaan yang bergerak di bidang penasehat keuangan ini resmi berdiri, seperti ditulis dalam situs pribadinya, pada tahun 1997 dengan nama PT Republik Indonesia Funding, lebih dikenal sebagai Finance Indonesia.

Perusahaan kecil yang berdiri di kantor seluas 70 meter di Setiabudi Kuningan, Jakarta Selatan dengan lima karyawan itu, mulai tumbuh. Jenis usaha yang dipilih Roeslan sangat tepat pada saat itu.

Ketika Indonesia mengalami krisis moneter pada tahun 1997, Rosan dengan perusahaannya hadir menawarkan jasa penasehat keuangan agar perusahaan yang terancam bangkrut sehat kembali.

Tak sampai disitu, untuk memperluas dan memperkokoh usahanya, Rosan kemudian mengganti nama perusahaan awalnya, menjadi PT Recapital yang secara cakupan bidang usaha sudah mulai melebar ke dunia asuransi, properti, tambang, batu bara, hingga media.

Sebagai bentuk keseriusan membangun perekonomian Indonesia, Rosan lalu mendirikan Amanah Recapital Foundation. Lembaga itu dibuat untuk membantu orang-orang yang kurang  mampu. Selain itu, Amanah Recapital Foundation juga fokus di bidang  pindidikan.

Di samping Amanah Recapital Foundation, Rosan juga mendirikan Yayasan Losari. Yayasan ini bertujuan membantu meningkatkan taraf hidup para pembatik di daerah Jawa tengah.

Di penghujung pengabdiannya sebagai Ketua umum Kadin, pemerintah yang mengetahui kemampuan Rosan dalam menjalani tiga bidang tadi, akhirnya menetapkan Rosan sebagai Duta Besar RI untuk Amerika Serikat.

Tugas negara itu akan mulai diembannya pada November 2021 nanti. Bagi Rosan, terpilihnya ia menjadi Dubes RI untuk Amerika Serikat yang ditetapkan oleh Presiden Jokowi, merupakan satu bukti bahwa kesuksesan tidak akan terhenti selama ada niat untuk mengabdi dan memberikan yang terbaik bagi bangsa ini. Rosan juga tak sungkan memberikan tips untuk sukses.

"Kita harus patuh kepada orangtua dan menempatkan keluarga sebagai tempat meminta restu dan inspirasi. Paling penting, kita tentu harus selalu bersyukur dalam hidup ini." Tutup Rosan.

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in