Apakah Kurang Tidur Sebabkan Impotensi Atau Disfungsi Ereksi?

Nusantaratv.com - 21/09/2022 16:30

Ilustrasi pria di kamar tidur / DW
Ilustrasi pria di kamar tidur / DW

Penulis: Harry Prasetyo

Nusantaratv.com - Sebagian besar dari kita cenderung mengurangi waktu tidur untuk memenuhi target pekerjaan atau tanggung jawab rumah.

Dorongan untuk menyelesaikan pekerjaan entah bagaimana terbukti membuat tubuh stres. Kurang tidur diketahui memiliki efek buruk pada otak, jantung, berat badan dan kehidupan secara umum.

Namun, khusus pada pria, kurang tidur diketahui bisa menyebabkan disfungsi ereksi. Dr Sandeep Patil, Kepala Intensivis dan Dokter, Rumah Sakit Fortis, Kalyan menjelaskan bagaimana kurang tidur dapat menyebabkan impotensi pada pria.

Bagaimana pengaruhnya?

Mendapatkan tidur yang berkualitas sangat penting dalam menjaga kadar testosteron, yang sangat penting dalam mempertahankan ereksi dan kehidupan seksual pria.

 Terbukti bahwa sebagian besar testosteron diproduksi saat tidur; tingkat tertinggi diproduksi selama REM (tahap tidur dalam) tidur. Ketika seorang pria kurang tidur, kadar testosteronnya turun hingga 70 persen.

Dengan demikian, penurunan total tidur atau gangguan tidur dapat berdampak pada fungsi seksual. Penelitian telah menunjukkan bahwa kurang tidur dan sleep apnea (gangguan pernapasan saat tidur) menyebabkan disfungsi ereksi pada lebih dari 60 persen pria.

Kurang tidur sering dikaitkan dengan gangguan mood, kelelahan, dan stamina yang buruk. Faktor-faktor ini berdampak pada kinerja seksual dan dengan demikian menghambat fungsi dan energi seksual.

Masalah ejakulasi (ejakulasi dini dan ejakulasi tertunda) juga dialami oleh beberapa orang dalam situasi seperti itu. Laki-laki yang kurang tidur juga cenderung agresif dan tidak dapat ditoleransi yang pada akhirnya mempengaruhi hubungan intim. Kurang tidur juga mempercepat proses penuaan yang menghambat aktivitas seksual.

Bagaimana menghadapinya?

Jika seseorang mengalami kurang tidur, mencari bantuan medis atau mendiskusikan masalah ini dengan pasangan Anda dan dokter Anda dapat mengubah keadaan. Pria yang telah dirawat untuk kasus tersebut telah menunjukkan perbaikan pola tidur yang secara progresif meningkatkan fungsi seksual.

 Kebanyakan pria membutuhkan setidaknya 7-8 jam tidur untuk memproduksi testosteron; untuk mempertahankan fungsi seksual yang memadai, penting untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in