Tjetjep Heriyana, Legenda Balap Motor Indonesia

Tjetjep Heriyana, Legenda Balap Motor Indonesia
Kisah Pilu Legenda Balap Indonesia, Kini Tinggal di Panti Wreda /mobilinanews..com

Nusantaratv.com - Di era 1960 hingga 1970-an, dunia balap nasional memiliki seorang pembalap motor yang membanggakan. Ia adalah Tjetjep Heryana.

Tjetjep Heryana atau Tjetjep Euw Yong ialah salah satu legenda balap Indonesia yang berasal dari Bandung, Jawa Barat. Sebagai putra Jawa Barat, Tjetjep membuat warga Bandung sangat bangga pada dirinya.

Pasalnya sejumlah prestasi ia torehkan, tidak hanya prestasi tingkat nasional namun juga internasional, salah satunya GP Macau pada 1970.

Berlatih di Jerman

Menurut mantan rekan Tjetjep yang juga mantan pembalap nasional, Benny Hidayat, sosok Tjetjep ialah sosok pembalap yang tak hanya mengenal taktik namun juga menguasai mesin motor. Menurut Benny, Tjetjep sempat berlatih di Jerman untuk meningkatkan skill balapannya,

“Dia sempat pergi ke Jerman untuk sekolah, namun balik lagi balapan di Indonesia,” kata Benny.

Ya, hidup memang penuh misteri, hari esok tidak pasti. Kini, Tjetjep Euw Yong atau sering disapa Tjetjep Heriyana terpaksa menelan kepiluan di sisa umurnya. Sebagai mantan pembalap, hanya jutaan kenangan yang kini meramaikan hidupnya.

Tjetjep Heriyana lahir di Bandung 1939. Awal karirnya dimulai saat dia masih remaja, ia terjun ke dunia balapan dan membuatnya ketagihan. Debutnya ditandai dengan mengikuti ajang road race di Surabaya tahun 1954.

Sebagai atlet profesional, ia pun rajin mengikuti berbagai perlombaan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Bermodal niat, tekad dan motor Jawa 350 cc tak jarang dia membungkam lawan-lawan sesama negaranya.

Tak cukup sampai di situ,  mantan pembalap yang kini berusia 80 tahun itu mulai membalap di kancah internasional dengan menunggangi Yamaha TR2. Namanya kian gemilang setelah berhasil naik podium di Motorcycle Grand Prix Macau di tahun 1970.

Sayang, ia terpaksa gantung helm setelah kondisi tubuhnya melemah terlebih setelah mengalami kecelakaan parah di Kuala Lumpur Malaysia pada tahun 1974. Buntut dari insiden itu, Tjetjep Heriyana mengalami disfungsi kaki dan membuatnya duduk di kursi roda.

Tjetjep Heriyana, sang legenda balap Indonesia. (Instagram/@ulahadigungproject)

Kini, di masa tuanya, Tjetjep Heriyana hidup dalam kesendirian dalam himpitan keterbatasan. Yang ada hanya kesunyian, tak ada lagi kata megah atau mewah.

Meski memiliki empat orang anak, pembalap berdarah Tionghoa tersebut kini tinggal sebatang kara di panti jombo, Panti Wreda Karitas, Cimahi. Tempat itu dirasa hunian terbaik dari pada harus berpindah dari rumah yang satu ke rumah anak lainnya.


Tjetjep Heriyana, sang legenda balap Indonesia. (zulu.id)

Hidupnya kini hanya mengandalkan bantuan dari mereka yang berderma.

Terlepas dari segala kepahitan hidup dan kenangan yang tak berbalas indah, Tjetjep Heriyana setidaknya masih bisa tersenyum di masa tuanya dengan mengingat segala pretasinya di dunia balap.

Semangat terus Tjetjep Heriyana, sang legenda balap Indonesia.(m.mobimoto.com)