Kondisi Terkini Rumah Warga di Kampung Sumurgeneng Tuban, yang Mendadak Kaya

Warga Sumurgeneng yang rata-rata berprofesi sebagai petani, kini tengah bahagia menikmati kemewahan, lantaran mobil dan perabotan rumah yang serba baru.

Iring-iringan mobil memasuki kampung Sumurgeneng, Tuban.

Nusantaratv.com – Bagaimana kondisi terkini rumah warga di desa Sumurgeneng Tuban, setelah mendapat uang ganti rugi gusuran tanah dari PT Pertamina? Seperti diberitakan beberapa waktu lalu, warga Sumurgeneng mendadak kaya. Satu kampung warga di desa ini rame-rame membeli mobil baru.

Tak tanggung-tanggung mobil yang mereka beli hingga berjumlah 176 unit. Berita pembelian mobil ini viral setelah diunggah oleh sebuah akun bernama Berkelana ke grup Facebook Jaringan Informasi Tuban (Jitu) beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Saat Pandemi Covid-19, Muncul Kampung Miliarder di Tuban, Kok Bisa?

Fenomena unik yang terjadi di kampung itu pun kini menjadi perhatian masyarakat. Ditambah setelah beredarnya foto arak-arakan mobil baru memasuki kampung itu. Kini penampakan rumah di kampung Sumurgeneng pun berbeda dari sebelum-sebelumnya. Hampir di setiap rumah, nampak parkir 1 hingga 2 mobil baru di depan rumah mereka.

Penasaran seperti apa perubahan yang terjadi di kampung Sumurgeneng? Berikut ulasannya.

Kini menjadi pusat perhatian publik

Senyum bahagia kini terpancar dari warga di kampung Sumurgeneng. Selain itu, plakat-plakat milik PT. Pertamina pun mulai nampak di sejumlah titik di lahan bekas milik warga kampung. 

Mobil di Rumah Warga

Warga yang rata-rata berprofesi sebagai petani, kini tengah bahagia menikmati kemewahan, lantaran mobil dan perabotan rumah yang serba baru, menghiasi rumah mereka. Sejumlah mobil baru kini nampak hampir di tiap-tiap rumah warga. Ekspsresi bahagia terpancar dari wajah penduduk di kampung Sumurgeneng.


Uang Untuk Berbagai Kebutuhan

Meski kini penduduk kampung itu memiliki banyak uang, mereka tidak lupa diri. Setelah membeli mobil uang sisa dari gusuran tanah itu mereka simpan untuk modal usaha dan biaya sekolah anak-anak, seperti yang dituturkan oleh salah seorang warga bernama Solikah.

”Yang selebihnya itu dibuat usaha mebel. Ada sebagian untuk pendidikan anak. Jadi kita manfaatkan itu sebaik-baiknya,” ujar Solikah.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK