Kabar Bahagia, Pajak Penghasilan Bunga Obligasi DINFRA Turun

Ketentuan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2019 yang mulai berlaku pada 12 Agustus 2019.
Kabar Bahagia, Pajak Penghasilan Bunga Obligasi DINFRA Turun
Ilustrasi Kota Jakarta/ Kemenkeu-Cahyo
Kabar Bahagia, Pajak Penghasilan Bunga Obligasi DINFRA Turun

Jakarta, Nusantaratv.com - Pajak penghasilan (PPh) bunga obligasi DINFRA (Dana Investasi Infrastruktur Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif) turun.

Ketentuan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2019 yang mulai berlaku pada 12 Agustus 2019. Pada ketentuan yang berlaku sebelumnya, tarif tersebut hanya berlaku bagi reksadana sedangkan kontrak investasi kolektif dikenai tarif yang lebih tinggi yaitu 15 persen.

Pengenaan pajak penghasilan (PPh) dikenakan pada bunga obligasi yang diterima kontrak investasi kolektif, baik dana investasi infrastruktur, dana investasi real estat, dan efek beragun aset yang tercatat pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 5 persen hingga tahun 2020, dan 10 persen untuk tahun 2021 dan seterusnya.

Ketentuan pajak penghasilan atas bunga obligasi berlaku untuk surat utang, termasuk surat utang negara dan obligasi daerah yang berjangka waktu lebih dari 12 bulan.

Penurunan tarif pajak ini dilakukan untuk meningkatkan peran kontrak investasi kolektif untuk menyerap obligasi demi mendorong pengembangan pasar keuangan di Indonesia serta mendukung pengembangan infrastruktur dan real estat.