Asal Tak Langgar Hukum, Ketum Pribumi Bersatu Dukung Aksi Kawal Sidang MK

Ketua Umum Pribumi Bersatu, Anton Suseno mendukung aksi kawal sidang gugatan Prabowo-Sandi di Mahkamah Konstitusi, asal sesuai koridor
Asal Tak Langgar Hukum, Ketum Pribumi Bersatu Dukung Aksi Kawal Sidang MK
Ketua Umum Pribumi Bersatu Anton Suseno
Untitled Document

Jakarta, Nusantaratv.com - Ketua Umum (Ketum) Pribumi Bersatu Anton Suseno mendukung langkah calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menggugat hasil Pemilu Presiden (Pilpres) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Sebab langkah tersebut dinilai sesuai konstitusi. 

"Itu kan sudah diatur dalam Undang-undang Pilpres, mengugat kecurangan ada tempatnya, dan semua dijalankan. Jadi sah-sah saja menurut saya," ujar Anton di kantornya kawasan Cipete Utara, Jakarta Selatan, Rabu (12/6/2019). 

Aksi turun ke jalan guna mengawal sidang gugatan, menurut Anton juga tak melanggar hukum, asal sesuai ketentuan. Karena sesuai undang-undang, ia menolak jika aksi turun ke jalan disebut makar. 

Kehadiran pendukung capres-cawapres hingga mengekspresikan dukungannya ke jalanan pun dinilai wajar. Sebab dirasa aneh jika terdapat persaingan kandidat di Pilpres, tapi malah tak ada pendukung dan persaingannya.

"Walaupun dia menggugat bawa massanya ya sah-sah saja. Tapi ada juga undang-undang yang mengatakan 'jam 17.00 harus tidak boleh demo, selesai' ya aturan ikuti saja kalau mau ikuti aturan semua. Nah sekarang kalau datang ke sana (turun ke jalan) terus dibilang makar dan lain-lain, nah undang-undangnya membolehkan demikian, kalau ada kecurangan yang sah ke MK," tuturnya. 

Walau mendukung Prabowo-Sandi, Pribumi Bersatu mengaku tak ngotot menuntut MK memenangkan pasangan nomor urut 02. Sebab organisasi tersebut mendukung atas dasar kesamaan visi-misi, bukan sosok atau individu. Pribumi Bersatu sendiri mendukung Prabowo-Sandi karena sejalan dengan tujuan mereka yakni mencerdaskan kehidupan bangsa, menciptakan kesejahteraan umum, menjadikan pribumi tuan rumah di negeri sendiri, yang disebut merupakan cita-cita pendiri bangsa ketika memerdekakan Indonesia. Pihaknya hanya meminta, siapapun pemenang Pilpres bisa mewujudkan cita-cita pendiri bangsa tersebut. 

"Karena buat saya mau Pak Jokowi, Pak Prabowo, Pak Sandi, Pak Ma'ruf Amin itu aset bangsa. Siapapun pemimpinnya ya harus kawal dong kemerdekaan ini, cita-cita pendiri bangsa. Kalau tidak dikawal, ngapain republik ini ada?" tandas Anton. (Rizk)