Video Tari Perut Viral, Guru Ini Dipecat hingga Diceraikan Suami

Nusantaratv.com - 14/01/2022 08:45

Aya Youssef dipecat sebagai guru setelah tari perut beredar di media sosial. (NDTV)
Aya Youssef dipecat sebagai guru setelah tari perut beredar di media sosial. (NDTV)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Seorang guru di Mesir bernama Aya Youssef menjadi sorotan. Sebuah video viral di media sosial (medsos) memperlihatkan Aya sedang melakukan tari perut.

Aksi menarinya itu dilakukan saat perjalanan dengan kapal pesiar Nil di Kairo. Akibat tarian perutnya itu, seperti dikutip dari NDTV, Jumat (14/1/2022), Aya sempat dipecat dari pekerjaannya sebagai pengajar di Sekolah Dasar Khaled Ibn al-Walid.

Makin miris, sang suami juga menceraikan Aya. Bahkan sang bunda sempat jatuh sakit, hingga seluruh keluarga juga turut terkena imbas dari kejadian itu. Namun belakangan Direktorat Pendidikan Daqahlia mengembalikan profesi Aya sebagai guru bahasa Arab di salah satu sekolah bahasa eksperimental di Mansoura. 

Aksi Aya sempat menjadi perbincangan dan memicu kemarahan di kalangan konservatif di negara itu, namun aktivis hak-hak perempuan memberikan dukungan terhadap Aya. Rekaman yang dibagikan secara online menunjukkan dia mengenakan jilbab, blus lengan panjang dan celana panjang ketika dia menari dengan rekan-rekan prianya.

"Hidup saya hancur karena video dari orang yang tidak bermoral yang mencoba menodai reputasi saya. Dia membawa kamera dekat dengan saya hanya untuk memperlihatkan saya dengan cara yang buruk," kata Aya kepada wartawan.

(Foto: Egypt Independent)

Dia menambahkan dirinya akan menempuh jalur hukum terhadap pelaku karena melakukan perekaman tanpa izin dan membagikan video tersebut di media sosial. Aya mendapat dukungan dari aktivis hak perempuan di negaranya yang menyebutnya sebagai korban 'perburuan penyihir'. 

Kepala Pusat Hak Perempuan Mesir, Dr Nihad Abu Qumsan mengatakan pihaknya menawarkan untuk membantu Aya mengajukan pengaduan terkait pemecatannya sebagai guru karena kekeliruan tersebut.

Dan, setelah mendapat banyak dukungan, pihak berwenang setempat telah menunjuk Aya sebagai guru bahasa Arab di sekolah barunya. "Keputusan Direktorat Pendidikan di Daqahlia untuk mengembalikan saya ke pekerjaan saya membuat saya merasa bahwa bagian dari hidup saya mulai kembali ke fitrahnya dan martabat saya pulih," tukas Aya.

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in