Satelit Italia Rilis Gambar Pesawat Luar Angkasa NASA Tabrak Asteroid

Nusantaratv.com - 28/09/2022 19:56

Foto yang didapatkan satelit Italia setelah DART NASA menabrak asteroid
Foto yang didapatkan satelit Italia setelah DART NASA menabrak asteroid

Penulis: Armansyah | Editor: Supriyanto

Nusantaratv.com – Melalui Proyek Double Asteroid Redirection Test (DART), NASA untuk pertama kalinya berhasil mengubah arah benda langit. Keberhasilan ujicoba ini menjadi awal sukses NASA untuk mengubah arah asteroid. Dengan menggunakan teknologi DART, arah benda langit yang berpotensi bahaya dapat dialihkan sehingga tidak bertabrakan dengan Bumi.

Gambar-gambar eksperimen pertama NASA yang dilakukan pada hari Senin dengan menabrakkan pesawat ruang angkasa ke Asteroid tersebut telah dipublikasikan oleh badan antariksa Italia pada hari Selasa.

Gambar-gambar tersebut diambil oleh satelit mikro LICIACube, yang memiliki dua kamera dan diluncurkan oleh DART beberapa hari sebelum tumbukan. Setelah beberapa menit terjadi tabrakan, satelit kecil itu terbang melewati asteroid Dimorphos, yang menjadi sasaran tumbukan, untuk mengumpulkan gambar.

Dari gambar yang ada pada foto-foto tersebut, menunjukkan adanya seperti kawah dan garis ejeksi besar, yang merupakan puing-puing permukaan di Dimorphos.

Meski jarang terjadi tabrakan asteroid, namun dampak batu ruang angkasa yang besar dapat menyebabkan kehancuran lokal atau regional yang cukup signifikan.

Tujuan dilakukan ujicoba tumbukan tersebut untuk mengubah orbit sebuah asteroid moonlet Dimorphos di sekitar batu ruang angkasa yang lebih besar Didymos. Sehingga diharapkan ke depannya tidak ada ancaman dari batu asteroid terhadap Bumi.

Dalam percobaan itu, para ahli memperkirakan bahwa tumbukan DART akan meledakkan antara 9.979 hingga 99.790 kilogram batuan ke luar angkasa dan mengukir kawah di asteroid.

Banyak foto tabrakan akan segera dirilis. Sedangkan Teleskop Luar Angkasa Hubble, Teleskop Luar Angkasa James Webb, dan Teleskop Darat lainnya akan diarahkan ke sistem itu untuk mengamati dampak dari tabrakan tersebut.

“Untuk menilai secara tepat seberapa besar dampak yang mengubah orbit Dimorphos di sekitar Didymos, pengamatan selama berminggu-minggu terhadap pasangan asteroid itu amat diperlukan,” kata sumber NASA.

Sumber: Indonesiainside.id

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in