Klasik dan Unik, Kereta Peninggalan Pakubuwono X yang Sarat Makna

Nusantaratv.com - 13/03/2022 10:22

Kereta peninggalan Pakubuwono X yang sarat makna. (Tribunnews)
Kereta peninggalan Pakubuwono X yang sarat makna. (Tribunnews)

Penulis: Tri Budi Purnomo

Nusantaratv.com - Dua buah gerbong kereta klasik dan unik akan mudah ditemui pengunjung yang memasuki kawasan Alun-alun Selatan Keraton Kasunanan Surakarta, Jawa Tengah (Jateng).

Terletak di sudut sebelah timur dan barat, gerbong kereta ini merupakan benda peninggalan sejarah terkait erat dengan Keraton Kasunanan, khususnya raja yang paling lama memerintah, yakni Pakubuwono X, seperti dilansir dari laman surakarta.go.id, Minggu (13/3/2022).

Nah, Anda penasaran apa saja gerbong yang terparkir di kawasan Alun-alun Selatan tersebut? Yuk Sahabat Kita, sama-sama cari tahu!

1. Kereta Pesiar Paku Buwono X (sebelah timur)

Dulunya, gerbong milik Pakubuwono X ini merupakan rangkaian kereta pesiar yang diberangkatkan dari Stasiun Solo Jebres. Kereta ini berfungsi untuk mengantarkan Pakubuwono X dalam rangka meninjau pabrik gula dan atau untuk keperluan kunjungan ke berbagai daerah bersama dengan keluarganya.

Dilihat dari sisi teknologi yang digunakan tentu tergolong canggih, sebab kereta ini memiliki keunikan pada pendinginnya. Tak menggunakan freon, kereta ini justru menggunakan es batu untuk mendinginkan ruangan, bila air dari es batu telah mencair dapat digunakan untuk cuci tangan di wastafel yang tersedia di dalamnya. 

Berbicara mengenai fitur yang tersemat, Pakubuwono X selaku pemilik kereta, ternyata ikut terjun langsung dalam memberi masukan pada desain kereta pesiar ini kepada perusahaan Werkspoor di Belanda karena antusiasnya terhadap transportasi berbasis rel.

Kini gerbong kereta pesiar bisa ditemui di sekitar kawasan Alun-alun Selatan tepatnya di sebelah timur. Tak hanya dipandangi dari jauh, kamu bisa melihat peninggalan bersejarah ini dari dekat sembari mengamati detail transportasi yang mengantarkan Pakubuwono X dalam setiap perjalanannya.

2. Kereta Jenazah Paku Buwono X (sebelah barat)

Jika sebelah timur ada peninggalan gerbong dari rangkaian kereta pesiar milik Pakubuwono X, di sebelah barat juga terdapat sebuah gerbong yang berfungsi untuk mengantarkan Pakubuwono X, tetapi ke peristirahatan terakhirnya. 

Uniknya, meski kereta ini ditujukan sebagai kereta jenazah, Pakubuwono X ternyata telah mempersiapkan rancangannya sekitar tahun 1909-1920 dan memesan sendiri kereta ini ke perusahaan Belanda yang juga membuat kereta pesiar yaitu Werkspoor. 

Namun kereta tersebut baru selesai dibuat pada tahun 1914 dan baru di bawa ke Hindia Belanda pada tahun 1915 oleh perusahaan NIS yang dulunya bertempat di Lawang Sewu, Semarang.

Selain sejarah pembuatan, kereta ini menjadi menarik karena sepanjang keberadaannya ternyata hanya digunakan satu kali pada tahun 1939 untuk membawa jenazah Pakubuwono X dari Stasiun Solo Balapan ke Stasiun Tugu Jogja yang kemudian dilanjutkan dengan kereta kuda untuk dibawa ke Makam Raja Imogiri. 

Setelah melalui perjalanan dari Kota Solo ke Kota Jogja, kereta ini sempat lama ditempatkan di Balai Yasa Yogyakarta pada tahun 1989 untuk diperbaiki hingga akhirnya kembali lagi ke Kota Solo dan ditempatkan di Alun-alun Selatan sebagai bentuk penghormatan kepada salah satu benda pusaka keraton. 

Peletakannya di sebelah barat, ternyata memiliki makna filosofi yang mendalam di mana barat memiliki arti matahari terbenam, ini diidentikkan dengan berakhirnya sebuah kehidupan, sehingga pemahaman ini sesuai dengan fungsi kereta jenazah yang telah bertugas mengantarkan Pakubuwono X ke pusaranya.

Itulah sejarah dan keunikan dibalik dua gerbong kereta peninggalan Pakubuwono X yang saat ini menjadi salah satu ikon wisata di Kota Solo. Tak hanya antik, benda pusaka ini juga tentunya menarik karena memiliki cerita yang rasanya perlu untuk dimengerti sebagai bagian dari sejarah untuk selalu dijaga agar tak tergerus oleh zaman. 

Sambil mengunjungi kawasan Alun-alun Selatan, sekadar berfoto bersama dengan dua gerbong ini juga diperbolehkan lho, asal tetap menjaga benda ini agar tetap bersih dan lestari ya.

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in