10 Tarian Terkenal dari Sulawesi Selatan

Nusantaratv.com - 16/09/2022 23:17

Tari-Tarian dari Sulawesi Selatan (foto: budaya-indonesia.org)
Tari-Tarian dari Sulawesi Selatan (foto: budaya-indonesia.org)

Penulis: Armansyah | Editor: Supriyanto

Nusantaratv.com – Sulawesi merupakan pulau di bagian Timur Indonesia yang bentuk pulaunya cukup unik karena berbentuk seperti huruf K. Di Sulawesi terdapat lima propinsi, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat.

Jika kemarin telah dibahas mengenai sejumlah tarian yang berasal dari Sulawesi Utara, kini kita beralih ke Sulawesi Selatan untuk melihat 10 tarian yang sangat menarik yang menjadi bagian dari kekayaan budaya bangsa kita.

Seperti Sulawesi Utara, di Sulawesi Selatan juga terdapat beberapa suku yang sangat dominan seperti Suku Bugis, Suku Mandar dan Suku Makassar. Dan setiap suku tersebut memiliki ciri khas seperti adat istiadat serta kebudayaan yang berbeda satu dengan yang lainnya. 

Ada 316 jenis tarian adat di Sulawesi Selatan. 98 tarian merupakan tarian Bugis, 66 tarian Makasar, 116 tarian Mandar dan 36 tarian Toraja. Agar lebih jelas, berikut beberapa tarian dari Sulawesi Selatan yang dikutip dari budayalokal.id, yang paling terkenal.

Tari Manimbong


Tari Manimbong merupakan tarian adat dari Sulawesi Selatan yang hanya dipertunjukkan ketika ada upacara adat Rambu Tuka. Uniknya para penarik tarian Manimbong ini adalah pria. Tarian ini menggambarkan rasa syukur kepada Tuhan. Para penari tarian Manimbong mengenakan pakaian adat khusus yang bernama Baju Pokko serta Seppa Tallu Buku serta selempang kain antik.

Para penari nantinya juga akan membawa parang kuno atau la’bo penai serta tameng bundar kecil bermotif ukiran khas Toraja.

Tari Pa’gellu

Tari Pa’gellu dari Sulawesi Selatan tepatnya dari Tana Toraja tarian ini biasanya diperagakan di upacara adat Pa’gellu atau ma’gellu yang berarti menari dengan gembira, sambil menggoyangkan tangan dan badan dengan gemulai, meliuk liuk lenggak lenggok. Tarian ini bertujuan untuk menghibur penonton sekaligus menjadi ungkapan rasa gembira dan sukacita.

Gerakan dari tarian ini menceritakan semangat, keseimbangan sopan santun dan kebersamaan. Pada upacara rambu tuka atau syukuran akan ditampilkan tari pa’gellu dengan meriah. Sedangkan untuk upacara kematian rambu solo maka menjadi tabu untuk ditampilkan.

Tari Pakarena

Tari pakarena merupakan tarian daerah Sulawesi Selatan yang diiringi dengan dua kepala gandrang atau drum serta sepasang instrumen alat musik seperti puik puik atau suling. Tari ini pertama kali ada di abad ke-17. Pada tahun 1903 saat Panali Patta Raja dilantik menjadi Raja Gantarang Lalang Bata tarian Pakarena diperagakan.

Meski tidak ada data pasti kemunculan tarian ini, masyarakat setempat beranggapan jika tarian ini memiliki hubungan dengan Tumanurung. Dalam kepercayaan masyarakat, Tumanurung merupakan bidadari yang turun dari langit. Tumanurung ini memiliki tugas untuk memberikan petunjuk bagi manusia di bumi.

Tari Pattennung

Tarian ini berkisah tentang wanita Sulawesi Selatan ketika sedang menenun. Tari pattennung menggambarkan ketekunan dan kesabaran para wanita Toraja dalam menenun benang hingga menjadi kain.

Para penari mengenakan baju bodo panjang, lipaq sabbe atau sarung, curak lakba, rante ma’bule, pontoyang dan juga hiasan bangkara serta properti berupa sarung lempar. Ketika tarian ini dilakukan, maka akan diiringi juga dengan alat musik tradisional seperti gendang dan juga suling.

Tari Ma’randing

Tari Ma’randing biasanya dipentaskan saat ada pemakaman besar terhadap seseorang dengan kasta tinggi.
Para penari akan mengenakan pakaian perang tradisional dengan membawa senjata tarian ini juga disebut sebagai tari perang atau tari patriotik.

Kata ma’randing sendiri diambil dari kara randing yang berarti mulia. Para penari tarian ini akan memperlihatkan kemampuan menggunakan senjata militer yang menggambarkan keteguhan hati serta kekuatan dari orang yang meninggal tersebut. Tarian ini dilakukan oleh beberapa orang yang membawa perisai besar, pedang dan beberapa ornamen lain.

Setiap benda yang dibawa oleh penari memiliki simbol atau makna tertentu, seperti kulit kerbau atau bulalang melambangkan kekayaan kaerna hanya orang kaya yang memiliki kerbau sendiri. Sedangkan pedang atau la’bo bulange, la’bo pinai, dokter atau la’bo todolo menjadi simbol keberanian dan kesiapan berperang.

Tari Ma’badong

Tari ma’badong adalah nama tarian Sulawesi Selatan yang biasanya dilakukan pada Rambu Solo atau upacara kematian. Tarian ini dilakukan berkelompok dimana pa’bodong atau peserta akan membentuk lingkaran lalu saling berpegangan dengan mengaitkan jari kelingking mereka.

Para pa’badong dalam tarian Sulawesi Selatan ini umumnya merupakan pria dan wanita setengah baya atau orang tua dengan pemimpin badong yakni Indo Badong untuk wanita atau Ambe Badong untuk pria. Pemimpin badong kemudian akan melantunkan Kadong Badong atau syair seperti riwayat hidup dari orang yang baru saja meninggal dari mulai dilahirkan hingga meninggal. Sementara untuk nyanyian akan dilakukan saling berbalas dan gerakan memiliki ritme sesuai dengan syair badong yang sedang dilantunkan.

Tari Pa’pangngan

Tarian Pa’pangngan umumnya dilakukan oleh para gadis cantik dengan memakai pakaian gelap atau hitam serta ornamen khas Toraja seperti Kandaure. Pangngan Ma adalah menari ketika menerima tamu kehormatan sekaligus menyambut kata-kata Tana Mo Pangngan Mali’ki, yaitu:

Kisorong sorong mati
Solonna pengkaboro’ki
Rande pela’i toda
Mala’bi tanda kiala
Ki po tannu matoto.

Kata pangngan memiliki arti sirih yakni penawaran sirih memperlihatkan jika tamu yang sedang datang tersebut sudah diterima dan dianggap bagian dari mereka. Penawaran ini akan diungkapkan setiap penari secara simbolis dengan memegang pangngan atau sirih. Sepanjang tarian dilakukan, maka pangngan atau sirih itu akan ditempatkan dalam kantong di depan mereka.

Tari Gandrang Bulo

Tarian selanjutnya adalah  Tari Gandrang Bulo yang berasal dari dua kata yakni Gandrang dan Bulo. Gandrang memiliki arti pukulan atau tabuhan dan bulo memiliki arti bambu. Tarian ini biasa dilakukan oleh beberapa orang dengan suasana ramai dan ceria diiringi tabuan gendang dan tabuan bambu.

Ketika ditampilkan, biasanya akan diberikan dialog kritis namun sangat menghibur seperti masalah sosial, politik dan juga budaya. Tarian ini biasanya digunakan para seniman untuk mengeluarkan keluh kesah mengenai sesuatu yang juga sering digunakan masyarakat untuk merespon kondisi sosial di sekitar.

Tari Bosara

Tari bosara merupakan tarian asal Sulawesi Selatan yang diperuntukkan untuk menyambut tamu kehormatan. Dari sejarahnya, tarian ini biasa dilakukan pada acara penting menjamu raja dengan suguhan kue sebanyak 2 kasera. Tari ini juga sering ditampilkan ketika menyambut tamu asing, pesta kebiasaan serta pesta kawin sehingga seringkali dipertunjukkan untuk ucapan rasa syukur, hormat dan menyambut kehadiran tamu.

Tari Pajoge

Tarian Pajoge biasanya dilakukan di istana atau kediaman kalangan ningrat. Para penari sendiri adalah gadis dari kalangan rakyat biasa yang berguna sebagai tari hiburan para pria. Penonton dari kalangan ningrat akan duduk membentuk lingkaran dan penari kemudian menari secara melingkar sambil menyanyi dan mencari pasangan di tengah penonton.

Ketika sudah menemukan pasangan, penari tersebut akan memberikan daun sirih pada pria yang sudah dipilih dan pria tersebut akan ikut menari bersama gadis tersebut. Untuk itulah, tari pajoge ini dijadikan sebagai tarian hiburan sekaligus media penghubung antara raja dan rakyat agar hubungan bisa semakin dekat dan raja semakin dicintai rakyatnya.

Dari catatan sejarah, tarian ini sudah ada sejak Kerajaan Bone dan ada juga yang mengatakan sudah ada sejak abad ke-VII. Umumnya penari yang dipilih memiliki paras cantik dan mempunyai kelebihan yang bisa menarik perhatian baik raja atau rakyat. Para penonton nantinya diberikan kesempatan untuk Mappasompe pada salah satu Pajoge yang ia inginkan. Selain itu, ketentuan dalam tarian ini adalah setiap pria yang ingin Mappasompe maka harus memberikan uang atau benda lain.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in

Berita Terkait
makam-1665067045