Rasisme ke Masyarakat Papua Dinilai Cederai Persatuan Bangsa

Masyarakat terlebih mahasiswa diajak berperan merajut persatuan dan kesatuan bangsa
Rasisme ke Masyarakat Papua Dinilai Cederai Persatuan Bangsa
Seminar kebangsaan 'Refleksi dan Proyeksi Demokrasi Indonesia Pasca Pemilu 2019' di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Sabtu (25/8/2019).

Jakarta, Nusantaratv.com - Mahasiswa mengecam sikap rasisme terhadap sesama anak bangsa terutama terhadap masyarakat Papua. Sikap ini demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. 

"Kami menolak keras tindak rasisme terhadap saudara-saudara kita, orang-orang Papua adalah saudara-saudara kita, perkataan rasisme ini mencederai persatuan kita yang menjunjung tinggi persamaan," ujar Ketua PKC PMII DKI Jakarta Daud Gerung, dalam seminar kebangsaan 'Refleksi dan Proyeksi Demokrasi Indonesia Pasca Pemilu 2019', Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Sabtu (25/8/2019). 

Perbedaan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) di Indonesia, kata dia seharusnya tak lagi dipersoalkan. Sebab selain telah bersepakat menyatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), perbedaan seharusnya dijadikan kekuatan untuk menghadapi tantangan global. 

"Atas itu kami mengajak khususnya kalangan mahasiswa untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan," ucapnya. 

Mengingatkan kembali akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa, menurut Daud teramat masih relevan. Apalagi polarisasi pasca Pilpres 2019 masih berlangsung, kendati pesta demokrasi telah usai dan para elit yang bertarung telah bertemu dan berekonsiliasi. 

"Polarisasi dan ketegangan pasca Pilpres masih terasa hingga saat ini. Kami mengajak kawan-kawan mahasiswa agar terlibat lebih aktif menggaungkan persatuan dan keutuhan NKRI," ungkap Daud.

Lebih lanjut Daud berharap, kegiatan sejenis bisa terus berlangsung. Sebab di forum ini misalnya, mahasiswa selaku salah satu dari pengawal demokrasi bisa memahami perannya dengan baik. 

Dalam kesempatan itu, turut diundang Ketua DPR RI Bambang Soesatyo sebagai pembicara kunci, Lukman Edy (Ketua Pansus UU Pemilu 2019), Hasyim Asy'ari (Komisioner KPU), dan Dahlia Umar (Ketua Presidium Jaringan Demokrasi Indonesia DKI Jakarta). 

 "Acara seminar ini harus diselenggarakan sesering mungkin. Kawan-kawan mahasiswa butuh acara ini, sebagai tempat berdiskusi dengan para pakar dan pelaku demokrasi tentang bagaimana cara berdemokrasi dengan baik," tandas pemuda Lombok, NTB ini.