Isi Baterai Mobil Listrik di Daerah Ini Lebih Mahal Dibandingkan Bensin, Kok Bisa?

Masalah Mobil Listrik Muncul Ketika Terjadi Kekurangan Pasokan Listrik.

Ilustrasi mobil listrik mengisi daya. (Carscoops)

Nusantaratv.com - Mobil listrik tidak membutuhkan bahan bakar. Kendaraan hanya perlu mengisi daya sehingga tidak mengeluarkan emisi. Namun, masalah mobil listrik muncul ketika terjadi kekurangan pasokan listrik akibat fenomena alam. 

Seperti yang terjadi di Texas, Amerika Serikat (AS). Mengutip Carscoops, Selasa (23/2/2021), dampak dari badai musim dingin yang mematikan sejak pekan lalu menyebabkan krisis energi. Permintaan listrik menjadi lebih tinggi, harga melonjak dan NBC News melaporkan sejumlah pemilik rumah mendapat tagihan listrik hingga 10 ribu dolar AS atau sekitar Rp141 juta.

Kondisi ini karena energi di negara bagian itu mengenakan biaya berdasarkan permintaan pasar. Meskipun hal ini biasanya tidak menjadi masalah, lonjakan permintaan menyebabkan harga lebih tinggi.

Dalam kasus tersebut, harga listrik naik menjadi lebih dari 9 ribu dolar AS (Rp127 juta) per megawatt hour. Ini adalah peningkatan yang mengejutkan sebesar 17.900 persen dari rata-rata musiman 50 dolar AS (Rp705 ribu) per megawatt hour.

Mengingat kenaikan tersebut, segala sesuatu yang menggunakan listrik tiba-tiba menjadi jauh lebih mahal dari biasanya. Termasuk kendaraan listrik. Berdasarkan hitungan matematika berarti 9 ribu dolar AS (Rp127 juta) per megawatt hour adalah 9 dolar AS (Rp127 ribu) per kilowatt hour (kWh).

Dengan begitu, maka dapat dengan mudah menghitung berapa biaya untuk mengisi ulang mobil listrik (Electrical Vehicle/EV) hingga penuh berdasarkan ukuran baterainya.

Misal, Nissan Leaf memiliki baterai 40 kWh, pemiliknya akan dikenakan biaya 360 dolar AS atau sekitar Rp5 juta untuk mengisi ulang (charging) penuh pada kondisi harga puncak. Selain itu, akan dikenakan biaya 855 dolar AS (Rp12 juta) untuk mengisi ulang Audi e-tron dan 900 dolar AS (Rp12,6 juta) untuk mengisi ulang Tesla dengan baterai 100 kWh. 

Tak mengherankan, hal ini menyebabkan pendukung bahan bakar fosil mengkritik mobil listrik sebagai bagian dari serangan mereka yang lebih besar terhadap keputusan Texas untuk merangkul energi matahari dan angin. Tentu saja, tidak sesederhana itu.

Pemilik kendaraan listrik tidak menghabiskan baterai mereka sepenuhnya dan dapat menghindari mengisi ulang kendaraan mereka jika harga energi sangat tinggi. Meskipun mungkin tidak nyaman, mereka juga dapat memilih alat transportasi alternatif sampai keadaan darurat berlalu dan tingkat energi kembali normal.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK