Diperlukan Digitalisasi Guna Perubahan Industri Konten Kreatif

Dengan perkembangan media membuat masing-masing konten memiliki platform distribusi sendiri melalui saluran digital. Oleh karena itu, pelaku industri harus mampu mengikuti perubahan karena konsumen baru adalah generasi Z
Diperlukan Digitalisasi Guna Perubahan Industri Konten Kreatif
Direktur Media dan Industri Konten Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Investasi (METI) Jepang Mika Takagi dalam acara ACBS 2019 di Jakarta/ Bekraf

Jakarta, Nusantaratv.com - Seiring dengan perubahan konten, cara menikmati konten kreatif pun beralih menggunakan smartphone yang bisa dinikmati dimanapun dan kapanpun. Hal ini membuat dorongan untuk menciptakan ekosistem yang nyaman di industri kreatif juga kuat.

Direktur Media dan Industri Konten Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Investasi (METI) Jepang Mika Takagi mengatakan dengan perkembangan media membuat masing-masing konten memiliki platform distribusi sendiri melalui saluran digital. Oleh karena itu, pelaku industri harus mampu mengikuti perubahan karena konsumen baru adalah generasi Z yang sangat digital dan lebih akrab dengan youtuber dari pada artis TV maupun film.

"Era media membuat era konten pun berubah. Dalam membentuk industri konten dibutuhkan kebijakan untuk reformasi manajemen digital seperti pembiayaan, produksi, HKI, dan distribusi," ujar Mika dalam acara Asia Content Business Summit (ACBS) 2019 di The Sultan Hotel & Residence, Jakarta, (20/9/2019).

Baca Juga: Pelaku Industri Konten Dituntut Manfaatkan Cross Platform

Dukungan pengembangan pasar dapat dilakukan melalui kebijakan pemasaran ke luar negeri atau melaksanakan kegiatan bertaraf internasional. Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid menyampaikan sebelumnya Indonesia fokus pada pada high culture tapi saat ini, semua budaya didokumentasikan.

"Pemerintah Indonesia telah menyediakan dana abadi kebudayaan untuk mendukung pengembangan pengembangan seni dan budaya yang dapat mendukung pengembangan industri konten," kata Hilman.

Program Optimization Specialist Telefilm Canada Charles Vallerand mengatakan pelaku industri konten harus kompetitif dan professional, unggul dalam story telling, manajemen, dan mengembangkan model bisnis baru. Tantangan saat ini adalah pembiayaan serta HKI.

"Pelaku industri konten harus membangun sukses dengan menentukan dan membangun pasar dan konten yang ingin ditampilkan, tidak hanya untuk pasar luar negeri tapi juga pasar lokal," tutup Charles.