Gugatan Kalah, Mick Mars Wajib Bayar Rp3,8 Miliar ke Mötley Crüe, Drama Band Legendaris Berakhir Panas

Gugatan Kalah, Mick Mars Wajib Bayar Rp3,8 Miliar ke Mötley Crüe, Drama Band Legendaris Berakhir Panas

Nusantaratv.com - 30 Januari 2026

Mick Mars bersama Vince Neil, Nikki Sixx, dan Tommy Lee saat masih tampil bersama Mötley Crüe di era kejayaan band rock legendaris tersebut.
Mick Mars bersama Vince Neil, Nikki Sixx, dan Tommy Lee saat masih tampil bersama Mötley Crüe di era kejayaan band rock legendaris tersebut.

Penulis: Alamsyah

Nusantaratv.com - Drama hukum yang melibatkan band rock legendaris Mötley Crüe dan mantan gitaris mereka, Mick Mars, akhirnya resmi berakhir. Setelah bertahun-tahun tarik ulur, arbitrase final memutuskan bahwa Vince Neil, Nikki Sixx, dan Tommy Lee tidak bersalah atas tuduhan yang dilayangkan Mars sejak 2023. Bahkan, hasil putusan menyebut Mick Mars justru diwajibkan membayar sekitar USD 244 ribu atau setara Rp3,8 miliar kepada ketiga personel band tersebut.

Kasus ini bermula ketika Mick Mars menuduh Mötley Crüe mencoba menyingkirkannya dari band dan urusan bisnis setelah ia mundur dari tur stadion Amerika Serikat pada September 2022. Keputusan Mars untuk mundur dipicu kondisi kesehatannya, ankylosing spondylitis, penyakit kronis pada tulang belakang yang telah ia derita sejak usia 27 tahun. 

Saat ini, Mars berusia 74 tahun dan mengaku tak lagi sanggup menjalani tur panjang, meski masih ingin terlibat dalam proses kreatif band.

Namun, hakim arbitrase Patrick J. Walsh menilai keputusan band sepenuhnya sah secara hukum. Dalam putusannya, Walsh menyatakan bahwa Nikki Sixx, Tommy Lee, dan Vince Neil berhak memberhentikan Mick Mars baik sebagai anggota band maupun sebagai pejabat dalam bisnis Mötley Crüe. Ia juga menegaskan bahwa persoalan moral bukan bagian dari kewenangannya. 

“Saya tidak menutup mata terhadap argumen tersebut, tetapi ini bukan ranah saya untuk menilai moralitas keputusan band,” ujarnya.

Secara finansial, Mars disebut menerima uang muka tur sebesar USD 750.030, meski ia absen dari 69 penampilan live. Di sisi lain, band masih memiliki kewajiban membayar USD 505.737 atas kepemilikan Mars. Selisih inilah yang membuat Mars harus mengembalikan USD 244 ribu kepada mantan rekan band-nya.

Pengacara Mötley Crüe, Sasha Frid, menyebut putusan ini sebagai kemenangan penuh. 

“Band ini telah sepenuhnya dibenarkan secara hukum, finansial, dan faktual,” katanya. 

Sebaliknya, kubu Mick Mars menyebut keputusan tersebut tidak adil. 

“Ini mengerikan. Band ini tidak pernah adil pada Mick,” ujar pengacara Mars, Ed McPherson, yang juga membuka kemungkinan untuk menggugat ulang.

Tak hanya itu, Mars juga sempat menuduh Mötley Crüe menggunakan backing track saat tur 2022. Tuduhan tersebut dibantah keras dan dalam proses arbitrase, Mars akhirnya mengakui pernyataannya tidak benar. Dengan putusan ini, konflik panjang yang mengguncang salah satu band rock terbesar dunia pun resmi ditutup, meski meninggalkan luka dan kontroversi di balik kejayaan Mötley Crüe.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close