BGN Tegaskan Isu Pemaksaan Siswa Ambil MBG Saat Pembelajaran Daring adalah Hoaks

BGN Tegaskan Isu Pemaksaan Siswa Ambil MBG Saat Pembelajaran Daring adalah Hoaks

Nusantaratv.com - 25 Maret 2026

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya di Jakarta, Kamis (19/3/2026). ANTARA/HO-bgn.go.id/pri. (Antara)
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya di Jakarta, Kamis (19/3/2026). ANTARA/HO-bgn.go.id/pri. (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa isu mengenai pemaksaan siswa yang mengikuti pembelajaran daring untuk datang ke sekolah mengambil Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah tidak benar atau hoaks.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sony Sonjaya menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menyusun maupun membahas petunjuk teknis terkait penyaluran MBG dalam kondisi pembelajaran daring.

"Sampai saat ini, pemerintah sendiri belum memutuskan kebijakan pembelajaran online pada anak-anak sekolah," katanya dikonfirmasi di Jakarta, Rabu 25 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan Program MBG saat ini masih mengikuti mekanisme yang berlaku di sekolah ketika kegiatan belajar mengajar dilakukan secara tatap muka.

BGN juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya, terutama yang beredar di media sosial.

BGN memastikan setiap kebijakan resmi terkait Program MBG akan disampaikan melalui kanal komunikasi resmi agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Jika nantinya ada kebijakan baru, termasuk dalam situasi pembelajaran daring, tentu akan kami kaji secara matang dan diumumkan secara resmi," tuturnya, dikutip dari Antara.

Sebelumnya, beredar isu bahwa pembelajaran siswa akan kembali dilakukan secara daring mulai April 2026 sebagai bagian dari kebijakan penghematan bahan bakar minyak, namun hingga kini pemerintah belum mengumumkan kebijakan tersebut secara resmi.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayanti juga menyatakan tidak setuju dengan wacana pembelajaran daring bagi siswa sekolah demi efisiensi energi.

Menurutnya, pengalaman selama pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa sistem pembelajaran daring menimbulkan berbagai persoalan di dunia pendidikan.

"Pembelajaran secara daring pernah kita laksanakan ketika terjadi wabah COVID-19. Dan kita semua tahu sistem tersebut meninggalkan problem yang tidak sederhana bagi dunia pendidikan kita," kata Esti.

Ia menambahkan bahwa pembelajaran daring berdampak pada kemampuan siswa dalam memahami materi, kedisiplinan, pembentukan karakter, hingga kendala teknologi, sehingga wacana kebijakan tersebut perlu dikaji lebih mendalam.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close