Sidang Putusan TY Terpaksa Ditunda Hakim Ketua

Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat dengan agenda putusan, terpaksa harus ditunda oleh Hakim Ketua Saifudin Zuhri dikarenakan putusan yang masih belum siap.
Sidang Putusan TY Terpaksa Ditunda Hakim Ketua
Suasana persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat/ Istimewa

Jakarta, Nusantaratv.com - Sidang lanjutan perkara pidana dugaan pelanggaran Pasal 372 KUHP di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat dengan agenda putusan, terpaksa harus ditunda oleh Hakim Ketua Saifudin Zuhri dikarenakan putusan yang masih belum siap.

Saifudin Zuhri menjelaskan bahwa alasan dari penundaan sidang, dikarenakan beban Majelis Hakim PN Jakarta Pusat yang sangat banyak dan adanya putusan yang yang tidak dapat ditunda. Sedangkan untuk kasus terdakwa TY, keperluannya masih dapat ditunda.

"PN Jakarta Pusat harusnya diisi dengan 90 hakim, namun saat ini hanya ada 30 hakim saja. Oleh karena itu, mohon pengertian dari terdakwa," jelas Saifuddin Zuhri dalam persidangan.

Setelah Hakim Ketua menyampaikan penundaan tersebut, Terdakwa meminta ijin untuk dapat memperlihatkan seluruh bukti asli yang telah dibawa oleh terdakwa mengingat dalam sidang-sidang sebelumnya, tidak ada agenda pembuktian surat.

Baca juga: Ojol yang Minta Penumpang Siswi SMP Duduk di Depan, Dipenjara 5 Tahun

Terdakwa mengatakan bahwa hal ini sangat penting untuk pembelaannya, mengingat bahwa saksi korban tidak dapat menunjukkan satupun bukti asli dari 60 barang bukti yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Sementara itu, Hakim Ketua memutuskan sidang akan ditunda hingga tanggal 18 September 2019. Dengan agenda penunjukkan bukti surat asli atau perbaikan bukti.

"Terima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh Majelis Hakim yang telah memimpin sidang dengan kesungguhan, kecakapan dan ketelitian serta penuh rasa tanggung jawab untuk memeriksa kebenaran materiil secara terbuka berdasarkan asas peradilan yang jujur, dan asas praduga tidak bersalah." jelas terdakwa TY.