Polantas Bojonegoro Razia Mertua Sendiri, Awalnya Kaget

Bripka Pramono memilih memeriksa mertuanya saat razia
Polantas Bojonegoro Razia Mertua Sendiri, Awalnya Kaget
Tangkapan layar akun Instagram Satlantas Polres Bojonegoro

Jakarta, Nusantaratv.com - Seorang polisi lalu-lintas (polantas) di Bojonegoro, Jawa Timur merazia mertuanya sendiri. Peristiwa ini berlangsung secara tak sengaja.

Awalnya, Satlantas Polres Bojonegoro menggelar Operasi Patuh Semeru 2019 di Jalan Raya MT Haryono, Jetak, Bojonegoro, Sabtu (7/9/2019) pagi. Salah satu anggota yang terlibat operasi, Bripka Pramono, lalu menyetop salah satu pengendara sepeda motor yang tak lain merupakan ayah mertuanya sendiri. Pramono pun memeriksa kelengkapan berkendara ayah dari istrinya itu. Karena bisa menunjukkan seluruh syarat berkendara, akhirnya Pramono mempersilakan mertuanya kembali melanjutkan perjalanan.

Peristiwa ini sempat diunggah foto dan keterangannya oleh akun Instagram Satlantas Polres Bojonegoro, Minggu (8/9/2019). Berikut unggahan yang berjudul 'Bukan Karena Anak Tak Sayang Bapak' itu:

Pemeriksaan oleh petugas terhadap pengendara kendaraan bermotor, Dan ternyata pengendara tersebut merupakan bapak dari petugas itu sendiri yang kebetulan melintas di lokasi kegiatan.

“Tadinya juga kaget yang memeriksa anak saya sendiri, tapi tidak apa memang kita kalo berkendara kan harus lengkap jadi tidak perlu khawatir” ulasnya sembari tersenyum,'' tulis akun itu.

Kasatlantas Polres Bojonegoro AKP Aristianto, membenarkan peristiwa tersebut. Ia bahkan berada di lokasi ketika momen berlangsung.

"Benar, saya sendiri ada di lokasi saat itu. Bripka Parmono atau yang sehari-hari biasa disebut Pram, saat itu sedang memeriksa kelengkapan surat-surat pengendara, enggak tahunya salah seorang yang diperiksa itu bapak mertuanya sendiri," ujar Aristianto, Selasa (10/9/2019).

Aris, sapaan akrabnya, bahkan awalnya tak mengetahui jika salah seorang yang diperiksa Bripka Pram ialah bapak mertuanya sendiri. Tapi belakangan ia diberitahu oleh anggota lain yang kebetulan mengetahui.

"Awalnya dia juga tampak kaget, saat memeriksa bapak mertuanya sendiri. Saya juga awalnya kaget, setelah diberitahu oleh salah seorang anggota yang lain, jika Bripka Pram saat operasi itu memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan milik bapak mertuanya," paparnya.

Sikap profesional Pramono ini diapresiasinya. Sebab kendati bisa meloloskan keluarganya ketika operasi, pria itu justru memilih menegakkan hukum terhadap mertuanya.

"Ini juga menunjukkan, bahwa tidak ada keluarga dan siapapun yang kebal hukum. Saya bersyukur memiliki anggota yang tetap profesional dalam menjalankan tugas, meski harus memeriksa keluarga sendiri," tandasnya.