KPK Tetapkan Bambang Irianto Tersangka Kasus Mafia Migas

Nama Bambang Irianto ditetapkan sebagai tersangka mafia migas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (10/9). Nama Bambang sempat muncul ke ranah publik pada 2014 ketika Tim Reformasi Tata Kelola Migas melakukan investigasi Pertamina Energy Trading Ltd. yang terkenal dengan Petral dalam kaitannya dengan mafia migas.
KPK Tetapkan Bambang Irianto Tersangka Kasus Mafia Migas
KPK tetapkan Bambang Irianto sebagai tersangka kasus mafia migas./beriasatu.com

Nusantaratv.com - Kasus mafia migas yang melibatkan Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) akhirnya dibongkar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Komisi antirasuah menemukan bukti dugaan suap terhadap petinggi anak usaha Pertamina yang dibubarkan Presiden Joko Widodo pada Mei 2015.

Nama Bambang Irianto ditetapkan sebagai tersangka mafia migas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (10/9). Nama Bambang sempat muncul ke ranah publik pada 2014 ketika Tim Reformasi Tata Kelola Migas melakukan investigasi Pertamina Energy Trading Ltd. yang terkenal dengan Petral dalam kaitannya dengan mafia migas.

BACA JUGA : KPK Diminta Periksa Nusron Wahid

Kala itu, Bambang Irianto menjabat sebagai Direktur Utama Petral sebelum digantikan oleh Totok Nugroho pada 2015. Padahal, Bambang tercatat sudah pensiun sejak 2014.

Sebelum menjabat sebagai Bos Petral, Bambang meniti karier di Pertamina. Pada 2008, Bambang tercatat bekerja di Pertamina Pusat.

Setelah empat tahun, sejak 2015, KPK akhirnya mengungkapkan tersangka kasus mafia migas. Wakil Ketua KPK La Ode M. Syarief mengatakan Bambang disinyalir menerima aliran dana US$ 2,9 juta dari Kernel Oil terkait kegiatan perdagangan minyak mentah kepada PES di Singapura.

Atas tuduhan itu, Bambang disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. “KPK menetapkan satu tersangka yakni BTO (Bambang Irianto),” kata La Ode dalam keterangan pers, Selasa (10/9).

Selain nama Bambang, ada juga empat nama lainnya yang sempat disebut dalam investigasi kasus Petral, yakni Agus Bahtiar, Mulyono, Khairul Rahmat, dan Tafkir. Keempat orang tersebut memegang jabatan sebagai manajer di Petral.

KPK telah memulai penyelidikan kasus ini sejak Juni 2014. Pemeriksaan dilakukan terhadap 53 orang saksi dan mempelajari dokumen dari berbagai negara. 

BACA JUGA : Dewan Pengawas KPK, Abraham Samad: Seperti Makhluk yang Diturunkan dari Luar Angkasa

Selain itu, penggeledahan juga dilakukan di beberapa lokasi pada 5 dan 6 September. KPK juga telah menyita dokumen pengadaan dan data-data aset.

Sumber: katadata.co.id