Jadi Kurir Sabu 20 Kg Demi Gaya Hidup, Mahasiswi Cantik Ditangkap

Uang yang didapat ES juga untuk membayar biaya kuliah
Jadi Kurir Sabu 20 Kg Demi Gaya Hidup, Mahasiswi Cantik Ditangkap
ES, mahasiswi asal Makassar yang jadi kurus ir sabu. (Instagram @makassar_iinfo)

Jakarta, Nusantaratv.com - Mahasiswi cantik di Makassar, Sulawesi Selatan ditangkap polisi. Penyebabnya, mahasiswi berinisial ES itu menjadi kurir sabu-sabu internasional. 

ES merupakan mahasiswi semester 7 di salah satu perguruan tinggi swasta di Makassar.

"Jangan bilang dia wanita kita kasihani, kita tidak perduli kalau dia hanya kurir. Perilakunya merusak generasi muda bangsa, jadi wajar dihukum seberat-beratnya," ujar Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro, Jumat (13/9/2019). 

Sebelum akhirnya tertangkap, ES sempat mengambil sabu seberat 20 kilogram yang diselundupkan dari Tawau, Malaysia, ke Nunukan. ES yang mengambil sabu di Nunukan, rencananya akan membawa barang haram itu ke Parepare. Aksi ini merupakan kali keempat yang dilakukan perempuan itu. 

"ES telah menyelundupkan sabu dengan modus yang sama sebanyak tiga kali," kata Teguh. 

ES pertama kali membawa sabu seberat 500 gram. Atas jasanya, ia diberi upah sebesar Rp 15 juta.

Karena meraih bayaran cukup besar, ES ketagihan menjadi kurir sabu. Ia lalu membawa 1 kg sabu dengan upah sebesar Rp 20 juta.

Gaya hidup yang mewah, membuat ES semakin mantap menjalani pekerjaannya. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, ES juga yakin tugasnya cukup aman. 

"Karena merasa aman dan upah menggiurkan, mahasiswi ini semakin berani membawa dalam jumlah besar dengan upah semakin tinggi," tutur Teguh.

Di samping memenuhi gaya hidup, uang hasil upah menjadi kurir sabu dipakai untuk membayar biaya kuliah. Sebab ES merupakan anak yatim.

Adapun sabu ketiga yang diterima ES berasal dari bandar sabu asal Parepare yang berinisial A. A tinggal Malaysia. Pada pesanan ketiga, ES bertemu dengan seseorang yang diduga sebagai orang kiriman A di Pulau Sebatik, Nunukan.

Selama tiga kali, total ES telah menyelundupkan sabu seberat 2,5 kilogram. Hingga akhirnya ia ditangkap polisi bersama 20 kilogram sabu, Selasa (3/9/2019).

Atas perbuatannya, ES diancam hukuman pidana mati atau seumur hidup. Hal itu sesuai Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun atau seringan-ringannya 6 tahun.