Debt Collector Dimutilasi Saat Tagih Hutang, Pelaku Ngaku Sakit Hati

Tujuh orang ditetapkan tersangka dalam kasus ini
Debt Collector Dimutilasi Saat Tagih Hutang,  Pelaku Ngaku Sakit Hati
Jenal Omposunggu semasa hidup. (Rakyatku)

Jakarta, Nusantaratv.com - Seorang debt collector atau penagih hutang tewas dimutilasi kreditur. Korban yang bernama Jenal Omposunggu (42), dibunuh saat hendak menagih hutang.

Baca juga: Pembunuh Siswa Taruna Nusantara Daftar Kuliah, Keluarga Korban Tak Terima

Kasus ini bermula dari penemuan mayat dengan kepala terpisah di wilayah wisata, Sukanagara, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (26/9/2019) pukul 14.00 WIB.

Jasad ditemukan dalam kondisi membusuk, hampir menjadi kerangka. Mayat dibungkus plastik hitam, terletak di sebelah plastik berisi sampah.

Sementara kepala Jenal ditemukan tak jauh, tanpa pembungkus apapun.

"Tepat di sebuah tebing telah ditemukan mayat tanpa identitas dalam kondisi membusuk diperkirakan dua minggu," ujar Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto, Senin (14/10/2019).

Hasil visum menunjukkan, korban terluka di bagian usus dan bahu lengan sebelah kanan.

Jenal didapati mengenakan celana jins warna abu merek Cardinal, sabuk hitam, kaus warna hitam motif Enjoy 1981, jaket kulit warna hitam merek Gasper, memakai sepatu warna hitam kulit merek Gats. Di dalam saku celananya ditemukan uang sejumlah Rp 1.364.000.

Korban diketahui merupakan warga Blok Batujajar RT 01/15, Desa Batujajar Barat, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.

Setelah mendapat laporan, polisi melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya pada Minggu (13/10/2019), Polres Cianjur berhasil menangkap pelaku pembunuhan.

Tim Khusus Satreskrim Polres Cianjur mengungkap kasus, usai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mendengarkan keterangan dari para saksi.

Sebanyak tujuh pelaku ditangkap, dua di antaranya berperan sebagai eksekutor.

Eksekutor yakni ANA alias Ahek (50) warga Cimahi, dan CK alias Maung (42) warga Kabupaten Bandung Barat. ANA dan CK telah ditetapkan sebagai tersangka utama.

Sementara lima tersangka lain WL (43) dan SP (37) ditangkap karena menjadi penadah ponsel korban, sementara DA (41) dan AT (43) perantara penadah motor. Sementara YP (54) merupakan penadah motor.

ANA dan CK menghabisi nyawa Jenal menggunakan kayu balok. Setelahnya korban dimutilasi, dan barang berharganya digasak.

"Tersangka ANA dan CK ini sebagai eksekutor yang menghabisi nyawa korban. Diduga menggunakan kayu balok yang sudah kita amankan bersama barang bukti lainnya," ujar Paur Subbag Humas Ipda Budi Setiayuda.

Sementara AN, mengaku sakit hati ditagih utang oleh korban. Karenanya Jenal pun dibunuh.

"Dia menagih utang dengan mempermalukan saya, saya sakit hati," kata Ahek.

Menurut Ahek, ia mempunyai utang Rp 40 juta dan berbunga sampai harus dibayar Rp 150 juta.

"Padahal setiap hari saya bayar Rp 300-400 ribu, tapi cara dia menagih sudah kelewat batas," ucapnya.

Ahek mengaku sudah lama mengenal korban, sekitar belasan tahun.

Sejumlah barang bukti turut diamankan, yakni satu unit mobil Honda Brio warna abu-abu bernomor polisi D 1673 UAL, satu unit motor Honda Scoopy warna putih bernomor polisi D 4204 UDT, satu unit motor Honda Supra hitam bernomor polisi D 5183 ZDJ.

Lalu satu batang kayu balok diduga alat yang digunakan untuk menghabisi korban, satu unit handphone merek Samsung A 10.

Kedua tersangka utama dijerat Pasal 338 KUHPidana tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0