Batu Bata Dapat Dibuat Dari Urin Manusia?

Batu Bata Dapat Dibuat Dari Urin Manusia?
Batu bata dari urine manusia. (Foto: University of Cape Town)

Nusantaratv.com - Jangan anggap urine manusia itu sekadar cairan kekuningan yang beraroma pesing. Sebab ada peneliti yang mengaku berhasil bikin batu bata ramah lingkungan darinya.

New Atlas melaporkan, batu bata dari urine ini merupakan buatan tim peneliti dari University of Cape Town di Afrika Selatan. Kekuatan batu bata ini diklaim bisa diatur tergantung pada kebutuhan pemakaian.

Teknologi yang digunakan untuk membuat batu bata ini berdasarkan sebuah proses alami bernama microbial carbonate precipitation atau presipitasi karbonat mikrobial. Di alam, proses tersebut menghasilkan kulit kerang yang keras.

Jadi dalam proses ini, butiran pasir ditumbuhi oleh bakteri yang memproduksi enzim bernama urease. Ketika urease bertemu dengan urine, ia akan bereaksi dengan senyawa urea di urine dan menyebabkan reaksi kimia yang kemudian memproduksi kalsium karbonat yang kemudian menjadi struktur keras.

Selama beberapa bulan, para peneliti di University of Cape Town melakukan eksperimen dengan proses tersebut untuk memproduksi material dengan bentuk serta kekuatan tekanan yang berbeda.

Dalam eksperimen ini pasir dapat dibuat menjadi berbentuk kolom dan silinder yang solid. Namun begitu menurut tim peneliti, batu bata berbentuk persegi panjang buatan merekalah yang dianggap sebagai sebuah terobosan baru.

Batu bata dari urine manusia. (Foto:  University of Cape Town)

Lalu dengan menguji berbagai resep berbeda, tim peneliti mengatakan bahwa mereka bisa memproduksi batu bata dengan kekuatan bervariasi, tergantung kebutuhan konsumen.

“Jika konsumen menginginkan batu bata yang lebih kuat daripada batu bata gamping, kita akan membiarkan bakteri membuat batu bata kita lebih kuat dengan membiarkannya ‘tumbuh’ lebih lama,” ujar Dyllon Randall yang mengawasi riset ini.

“Semakin lama kita membiarkan bakteri kecil itu untuk membuat plester, semakin kuat produknya. Kami bisa mengoptimalkan proses itu,” tambahnya.

Selain itu, tim peneliti juga mengatakan bahwa batu bata buatan mereka ramah lingkungan karena bisa dibuat tanpa memerlukan tungku atau kiln. Pembuatan batu bata biasa memerlukan tungku yang dipanaskan hingga 1.400 derajat Celcius, hal itu membuat munculnya karbon dioksida sebagai produk sampingannya.


Batu bata dari urine manusia. (Foto:  University of Cape Town)

Teknologi dengan urine manusia ini sendiri memiliki potensi lain, di samping memproduksi batu bata ramah lingkungan. Tim peneliti mengatakan bahwa kandungan urine yang kaya atas nitrogen, fosfor, dan kalium, bisa diambil dan dimanfaatkan sebagai pupuk komersial.

“Pada contoh ini kita mengambil sesuatu yang dianggap sebagai limbah dan membuat banyak produk bermanfaat darinya,” kata Randall. “Kita bisa melakukan proses yang sama bagi limbah mana pun. Ini semua hanya soal melihat sesuatu dari sudut pandang lain,” imbuhnya.(kumparan.com)